Articles by "pentas seni"
Showing posts with label pentas seni. Show all posts
Sekolah Pramugari Terbaik Akreditasi A hub Kak Awan 087838815050 untuk mendaftar sekolah pramugari PSPP Penerbangan

Depok, IDN Times —Ayu Ting Ting berhasil menyelesaikan pertunjukan pertamanya pada hari Sabtu (9/8/2025) di lapangan Kostrad, Cilodong, Depok. Acara ini menjadi yang pertama kali diadakan oleh Ayu Ting Ting setelah 15 tahun berkarier dalam dunia musik.

Konser dimulai pukul 20.20 dan berlangsung selama tiga jam. Mari kita lihat rangkuman konser penyanyi dangdut yang dijuluki Ratu Depok ini.

1. Cuaca hujan tidak mengurangi antusiasme para penggemar

Hujan deras yang diiringi guntur dan kilat adalah suasana yang sempat terjadi menjelang dimulainya konser Ayu Ting Ting. Sejak siang hari sekitar pukul 17.00, penukaran tiket berlangsung di bawah guyuran hujan.

Hujan yang sangat lebat tidak mampu mengurangi antusiasme para penggemar. Penggemar yang berada di lokasi menggunakan jas hujan atau payung. Namun, hujan yang turun dengan deras membuat banyak penggemar mencari perlindungan di booth-booth penyewa, mushola, dan pintu masuk.

Meskipun demikian, pertunjukan tetap berjalan dengan baik karena hujan berhenti sebelum konser dimulai.

2. Lagu-lagu yang memiliki susunan musik baru dan bagian tariannya

Konser dimulai dengan tampilan Ayu yang menyanyikan lagu "Mustofa". Di tengah lagu, Ayu sempat melakukan perubahan pakaian secara cepat di atas panggung.

Konser pertama ini dihadirkan dengan berbagai lagu yang diubah tata suaranya. Band live dan alat musik yang digunakan menciptakan suasana baru bagi lagu-lagu penyanyi asal Depok ini. Selain pengaturan musik, Ayu juga memperlihatkan banyak tarian untuk lagu-lagunya ditambahdance break dengan para dancer.

3. Penampilan khusus Bilqis dan Boy William

Bukan hanya lagu dan tarian, Ayu juga mengundang beberapa tamu istimewa ke panggungnya. Bilqis putrinya, memainkan piano sambil berduet bersama ibunya.

Terdapat pula Boy William yang hadir berduet dengan Ayu saat menyanyikan lagu milik Jennie berjudul “With the IE (Way Up)”. Boy juga berduet dengan Ayu dengan memainkan piano untuk lagu tema drama yang pernah keduanya bintangi, yaitu "Dusta dan Asmara".

Lagu ini pertama kali mereka nyanyikan dalam penampilan langsung. Kimia keduanya yang berpelukan, berpegangan tangan, serta saling mencium dahi memperkuat antusiasme para penggemar.

4. Serial komedi di tengah pertunjukan bersama Andre Taulany dan Wendy Cagur

Konser ini tidak hanya menyajikan penampilan lagu. Namun, terdapat bagian khusus untuk peralihan tampilan yang dilakukan oleh Andre Taulany, Ayu Ting Ting, dan Wendy Cagur di atas panggung.

Bagian ini mirip dengan situasi komedi yang dijalani ketiganya dalam acara "Lapor Pak!". Ketiganya berinteraksi dengan para penggemar, dan juga sedikit menggoda Ayu.

Seperti yang dikatakan Wendy bahwa dia sengaja membeli pakaian petugas keamanan dan datang jauh-jauh ke Depok tetapi tidak dibayar. Selanjutnya, dijawab oleh Ayu yang tertawa dan berkata, "Kenapa begitu sama adik sendiri."

5. Lagu terbaru ditampilkan di akhir pertunjukan

Saat konser mendekati akhir. Ayu Ting Ting tampil dengan membawakan lagu terbaru.

Lirik lagu tersebut, seperti "Main dangdut-dangdutan di acara hajatan, saya masih ting-ting dijamin masih ting-ting". Hal ini selaras dengan judul konser pertama Ayu, yaitu Dangdut-dangdutan.

Konser Ayu Ting Ting kemarin secara keseluruhan sangat meriah dan berhasil. IDN Times yang hadir langsung di sana merasa sangat terhibur dengan penampilan Ayu serta beberapa artis yang diajak berkolaborasi. Selalu sukses ya Ayu!

Artis Tamu dalam Konser Dangdut Dangdutan Ayu Ting Ting, Termasuk Rhoma Irama Harga Tiket Konser Dangdut Dangdutan Ayu Ting Ting di Depok
Sekolah Pramugari Terbaik Akreditasi A hub Kak Awan 087838815050 untuk mendaftar sekolah pramugari PSPP Penerbangan

MENGHADIRI lima tahun pengabdian dalam melestarikan tari tradisional Jawa,Festival Bedhayankembali diadakan di Gedung Kesenian Jakarta, Sabtu, 9 Agustus 2025. Tahun ini, festival tersebut menyajikan kolaborasi penari dari berbagai usia mulai dari remaja hingga lansia, dengan partisipasi penari pria yang lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.

Tidak hanya memperlihatkan tari Bedhayan tradisional dan karya baru dari berbagai komunitas, acara ini juga menggabungkan panggung seni dengan dukungan terhadap UMKM melalui pasar produk lokal di sekitar gedung.

Ulang Tahun Kelima Festival Bedhayan dengan Semangat Kerja Sama

Festival Bedhayan kembali diadakan untuk yang kelima kalinya. Mengusung temaPasca Utsava BedhayanFestival ini menjadi kesempatan untuk merayakan lima tahun komitmen dalam melestarikan seni tari klasik Jawa, Bedhayan. Diadakan oleh Laskar Indonesia Pusaka, Jaya Suprana School of Performing Arts, dan Swargaloka, acara ini menyajikan semangat refleksi serta kerja sama antar generasi.

Tari Bedhayan Sapta Manggala ditampilkan oleh Sanggar Sandhya Paramarta pada Festival Bedhayan 2025 di Gedung Kesenian Jakarta, tanggal 9 Agustus 2025. Tarian ini menggambarkan filosofi pemerintahan tradisional Nusantara yang menempatkan pemimpin sebagai tokoh, bukan penguasa, serta mementingkan kesetaraan dan kebersamaan. Tempo/Inge Klara Safitri

Berbeda dengan tahun sebelumnya, Festival Bedhayan 2025 melibatkan lebih banyak penari laki-laki. Rentang usia peserta atau penari secara keseluruhan berkisar antara 17 hingga 70 tahun. “Semoga terus berkembang perpaduan antara generasi muda dan tua,” kata Suryandoro, penasihat Festival Bedhayan dari Swargaloka.

Pembagian penampilan terdiri dari dua jenis: pemeliharaan (tari Bedhayan tradisional) dan pengembangan (karya baru). Daftar pertunjukan tahun ini mencakup:

Sekolah Seni Pertunjukan Jaya Suprana – Bedhayan Tembang Alit

Selaras Cipta Purusatama – Bedhayan Matirta Suci Usada Waluyaning Praja

Arkamaya Sukma I – Bedhaya Sukoharjo

Komunitas Kebaya Menari – Bedhayan Kusuma Aji

Pusat Tari Ary Suta – Bedhayan Kenya Laksita Kertabumi

Cipta Art Production – Bedhaya Sekar Manunggal

Arkamaya Sukma II – Bedhaya Kirana Ratih

Sekar Puri – Bedhaya Sonyaruri

Purwakanthi – Bedhaya Si Kaduk Manis

Nur Sekar Kinanti – Bedhayan Abdi Sekartadji

Mitra Tari Hadiprana – Bedhaya Mijil

Museum Gubug Wayang – Bedhaya Majakirana

Sandhya Paramarta – Bedhayan Sapta Manggala

Wulangreh Omah Budaya – Bedhayan Gula Kelapa/Merah Putih

Swargaloka – Beksan Talaga Angsa

Tari Bedhayan Tembang Alit yang ditampilkan oleh Jaya Suprana school of performing arts menjadi penampil pertama dalam Festival Bedhayan 2025 di Gedung Kesenian Jakarta, pada 9 Agustus 2025. Tari ini menggambarkan seorang manusia yang berkomitmen untuk mempersembahkan hidupnya demi kesejahteraan seluruh makhluk, sehingga suka dan duka menjadi bagian dari kehidupan. Tempo/Inge Klara Safitri

Selain daftar pertunjukan tersebut, festival ini juga menyajikan tarian enggang yang ditampilkan oleh kelompok tari Armonia Choir Indonesia yang dipimpin oleh Giok Hartono, sebagai pembuka acara di Gedung Kesenian Jakarta.

Di sisi lain, festival Bedhayan juga menjadi sarana yang mendukung pergerakan UMKM dengan menyelenggarakan pasar di sebelah kanan dan kiri Gedung Kesenian Jakarta, memberikan kesempatan bagi pelaku usaha setempat untuk memperkenalkan produk mereka kepada para pengunjung.

Keberadaan Maestro, Kementerian, dan Pesan Pelestarian

Festival Bedhayan 2025 juga dihadiri oleh para pengamat, ahli, serta maestro tari tradisional, antara lain Theodora Retno Maruti, GKR Wandansari Koes Moertiyah, KP. Sulistyo S. Tirtokusumo, Wahyu Santoso Prabowo, danDidik Nini ThowokKehadiran Kementerian Kebudayaan diharapkan mendorong Festival Bedhayan untuk mendapat perhatian sebagai festival tahunan yang tidak hanya sekadar pesta tetapi juga menjadi upaya melestarikan budaya Indonesia.

Sebelum acara utama, pada Selasa, 5 Agustus 2025, diadakan seminar Bedhayan Hagoromo yang dihadiri oleh Didik Nini Thowok sebagai pembicara dan Maria Darmaningsih sebagai moderator. Seminar ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan seni Bedhayan kepada masyarakat, sekaligus menjadi ruang dialog antara para seniman dan penggemar seni.

Ketua Umum Festival Bedhayan, Aylawati Sarwono, menekankan bahwa acara ini bertujuan untuk menjaga kelangsungan tari Bedhayan, khususnya di kalangan generasi muda. “Bedhayan sangat terbatas peminatnya. Jika kami tidak menyelenggarakan kegiatan seperti ini, saya khawatir akan punah. Festival ini hadir sebagai wadah bagi sanggar-sanggar dan para penari Bedhayan, terutama generasi muda,” katanya.

Melalui rangkaian acara yang menggabungkan tampilan dari berbagai kalangan, dukungan terhadap usaha mikro dan kecil, serta kehadiran tokoh budaya, Festival Bedhayan 2025 tidak hanya menjadi ajang seni, tetapi juga perayaan bersama untuk menjaga warisan budaya Indonesia.

GEOFANNY ELIZABETH