Articles by "musisi"
Showing posts with label musisi. Show all posts
Sekolah Pramugari Terbaik Akreditasi A hub Kak Awan 087838815050 untuk mendaftar sekolah pramugari PSPP Penerbangan

, JAKARTA - Artis sekaligus pencipta lagu,Petra Sihombingakhirnya merilis album terbaru dengan judul 'senang ok, sedih gpp.'

Album tersebut membawa nuansa yang berbeda dalam dunia musik tanpa berupaya mengakhiri kesedihan atau menyembunyikan kebahagiaan, melainkan membiarkan keduanya hadir secara bersamaan.

Karya ini disusun oleh Petra Sihombing agar pendengar benar-benar merasakan kehadiran perasaan gembira maupun sedih dalam kehidupan masing-masing.

Setiap lagu mencerminkan proses berkembang, menerima dengan tulus, dan tetap terbuka hati, meskipun kehidupan tidak berjalan sesuai harapan.

Tanpa memberi nasihat atau memaksakan jawaban, album ini membiarkan pendengarnya merasakan, merenung, dan akhirnya menemukan ketenangan dalam perjalanan masing-masing.

Petra Sihombing, melalui lirik yang tulus dalam lagu 'Senang Ok, Sedih Gpp.', mengajak pendengar untuk tidak hanya bersuka cita atas kebahagiaan, tetapi juga menerima kesedihan sebagai bagian alami dari kehidupan manusia. Sebuah pengingat lembut bahwa segala perasaan yang dirasakan selalu memiliki makna.

"Album 'Senang Ok, Sedih Gpp.' yang saya buat adalah ruang yang memungkinkan semua perasaan hadir bersamaan. Terkadang bahagia, terkadang sedih, terkadang keduanya dalam satu hari, dan itu tidak masalah," ujar Petra Sihombing.

"Pada album ini, aku tidak mencari kesimpulan atau jawaban. Aku hanya ingin lebih mampu menerima dan memproses apa yang aku rasakan, dan mungkin hal itu bisa menjadi tempat kembali bagi orang lain juga. Ini kumpulan lagu yang aku tulis perlahan, sambil tetap menjalani hidup, sambil terus berusaha memahami diriku sendiri," tambah pria berusia 33 tahun itu.

Album ini sebelumnya diluncurkan dengan single, '80 km/h' yang dirilis pada bulan Juni 2025 lalu.

Lagu tersebut merupakan sebuah simbol mengenai berkendara tanpa tujuan yang jelas yang melambangkan kelelahan, penghindaran, dan akhirnya penerimaan.

Materi renungan sering ditemukan dalam album ‘senang ok, sedih gpp.’, seperti pada lagu 'Sebelum 30' yang menggambarkan kecemasan terhadap ekspektasi menjelang usia 30, dan '1000 1000' yang membahas perbedaan proses dan jalannya hidup setiap individu.

Topik seperti cinta dan hubungan dengan sesama muncul dalam lagu 'Problematika Masa Kini', 'Masih Banyak Cinta di Dunia', dan 'Berbeda Realita'.

Mencerminkan kenyataan dalam membangun hubungan dengan orang lain, naik-turunnya, dan bagaimana cinta akan tetap ada jika selalu terbuka bagi cinta untuk hadir dalam kehidupan masing-masing.

Lagu-lagu yang bersifat reflektif dengan tema kesadaran, pertumbuhan, dan penghargaan terhadap diri sendiri juga dapat ditemukan dalam lagu 'Bagasi', 'Hantu di Lemari', 'Kau dan Canggumu', serta 'Sia-sia', yang menunjukkan bahwa seluruh album ini sengaja dibuat untuk mendampingi pendengar dalam menjalani kehidupan sebagaimana adanya.

Seperti halnya single utama album ini, Tangguh merupakan bentuk penghormatan terhadap seseorang yang tangguh dengan cara sendirinya.

Lagu itu penuh dengan kekaguman, dan mengajarkan bahwa ketangguhan tidak selalu membutuhkan kekuatan kasar, terkadang justru tenang dan sederhana. Seperti doa yang menyertai perjalanan pendengar, untuk terus menjalani hidup dengan bangga dan tangguh.

'bahagia oke, sedih boleh saja.' menjadi dokumentasi emosional tentang bagaimana Petra Sihombing memahami kehidupan sebagaimana adanya. Di tengah dunia yang terus-menerus menuntut kepastian dan jawaban, album tersebut justru mengajak para pendengar untuk berhenti sejenak, merasakan sepenuhnya, dan melanjutkan perjalanan dengan lebih tenang.

Pada hari yang sama dengan peluncuran album terbaru, Petra Sihombing juga merilis versi fisik dari album tersebut.

Petra Sihombing bekerja sama dengan Disaster Records dalam penjualan produksi kaos dan topi, serta bersama PHR untuk peluncuran vinyl.(ded/jpnn)

Sekolah Pramugari Terbaik Akreditasi A hub Kak Awan 087838815050 untuk mendaftar sekolah pramugari PSPP Penerbangan
5 Lagu Hozier yang Cocok untuk Penggemar Mitologi Klasik

Andrew Hozier-Byrne, yang lebih dikenal sebagai Hozier, adalah seorang penyanyi asal Irlandia yang mungkin paling terkenal melalui laguTake Me to Church, tetapi karya-karyanya jauh lebih dari itu. Musisi asal Irlandia ini memiliki ciri khas yang kuat dalam menciptakan lagu-lagu dengan lirik yang puitis, suasana gelap yang menawan, serta nuansa sastra dan spiritualitas yang kental. Salah satu hal yang membuat musiknya begitu istimewa adalah referensi terhadap mitologi klasik—baik dalam bentuk simbol, kisah tragis, maupun metafora cinta yang tidak biasa.

Jika kamu adalah penggemar mitologi klasik, kemungkinan besar kamu akan merasa terhubung dengan lagu-lagu yang diciptakan oleh Hozier. Referensi mitologi dalam karyanya tidak hanya sekadar hiasan, tetapi menjadi bagian penting dari narasi yang memperkaya perasaan dalam setiap musiknya. Lirik-liriknya sering kali disajikan dengan metafora yang mendalam. Berikut ini adalah lima rekomendasi lagu Hozier yang cocok untuk kamu yang menyukai mitologi klasik. Wajib didengar.playlist, nih!

1. Talk

https://youtu.be/eCCtiK7KlSo?si=MbCl6vPlygDRkiOr

Bayangkan dicintai oleh saya!

Saya tidak akan menyangkal bahwa saat ini semua hal yang akan kita lakukan ada dalam pikiran saya

Jadi aku akan mencoba berbicara dengan lebih halus agar kamu tidak mengetahui bagaimana aku membayangkanmu

Terinspirasi dari kisah tragis Orpheus dan Eurydice, lagu ini menggambarkan perasaan cinta yang kompleks dengan berbagai sudut pandang yang bisa diartikan. Alih-alih menceritakan kembali secara langsung, Hozier mengeksplorasi cerita ini dengan pendekatan yang baru dan berbeda. DalamTalk, Hozier menggambarkan tokohnya sebagai seorang narator yang tidak dapat dipercaya. Pendengar ditempatkan dalam posisiOrpheusyang tergoda oleh rayuan, sementara tokoh tersebut menjadi Eurydice.

2. Swan Upon Leda

https://youtu.be/eOwzx_7iNBo?si=wmvNVf07GnnCyODr

Pintu masuk dunia

Senjata di tangan yang gemetar

Di mana alam menghilangkan batas

Tiang mitos masih berdiri tegak

The swan upon Leda

Occupier upon ancient land

Dalam lagu ini, Hozier mengangkat mitos Yunani tentangLeda and the SwanMelalui lagu ini, Hozier tidak hanya mengulang kisah mitologis, tetapi juga memanfaatkannya untuk menggambarkan penindasan terhadap perempuan yang telah berlangsung selama ratusan tahun. Ia memanggil pendengar untuk merenungkan bagaimana kekuasaan, tubuh perempuan, dan warisan patriarki telah membentuk sejarah serta luka kolektif yang diwariskannya.

3. I, Carrion (Icarian)

https://youtu.be/rag_buWyB_A?si=mfXdAAbnI-xC0eCF

Meskipun aku terbakar, bagaimana aku bisa jatuh

Ketika aku diangkat oleh setiap kata yang kau ucapkan kepadaku?

Jika sesuatu bisa jatuh sama sekali, itu adalah dunia

Itu lepas dari saya

Melalui lagu ini, Hozier menggambarkan perasaan jatuh cinta sebagai momen yang penuh kebebasan—seperti Icarus yang terbang tinggi di langit, penuh dengan rasa gembira. Namun, kita sebagai pendengar tahu bagaimana kisahIcarusberakhir: jatuh karena terlalu dekat dengan matahari. Yang menarik, Hozier tidak pernah secara langsung menggambarkan kejatuhan Icarus. Ia membiarkan pendengar menentukan akhir dari ceritanya sendiri.

4. Abstract (Psychopomp)

https://youtu.be/pmBRefZ7mNA?si=mCfL-14Nfky7o3J0

Kecepatan yang kamu bergerak, suara gesekan mobil-mobil itu

Makhluk tersebut masih bergerak, yang melambat di lenganmu

Rasa takut di matanya, menghilang dalam sekejap

Dalam lagu ini, Hozier mengangkat kenangan masa kecil yang sangat mendalam. Saat itu, ia melihat seseorang berlari ke jalan untuk menyelamatkan hewan peliharaan milik orang lain yang terkena tabrakan mobil. Dalam mata Hozier kecil, orang tersebut menjadi lebih dari sekadar pahlawan—ia berubah menjadipsychopomp, makhluk mitos yang mengantarkan jiwa menuju kehidupan akhirat. Dalam konteks ini, tokohpsychopomp yang dibayangkan lebih menyerupai Hermes, pembawa perdamaian di akhir perjalanan hidup, daripadaCharonpemandu ke dunia bawah.

5. Eat Your Young

https://youtu.be/e6LM0sIA_Eg?si=NgUBiRBE-lwUND80

Get some

Angkat tangga itu saat banjir datang

Lemparkan tali sebanyak yang diperlukan hingga kaki telah berayun

Tujuh cara baru untuk mengonsumsi anak-anak Anda

Jangan terkecoh oleh judulnya yang menarik—Eat Your Youngbukan hanya sebuah lagu dengan lirik yang menggugah, tetapi juga kritik tajam terhadap generasi tua yang memanfaatkan pemuda untuk keuntungan sendiri. Lagu ini diambil dari cerita satireA Modest Proposaldan mitos tentang Kronos yang menghabisi anak-anaknya.Eat Your Young menyampaikan bagaimana perang, ketidakadilan, dan kerusakan lingkungan merupakan bentuk "menghancurkan" anak secara metaforis.

Dengan menggabungkan mitos klasik ke dalam lirik yang penuh makna, Hozier menunjukkan bahwa cerita-cerita lama masih bisa relevan dalam memahami dunia saat ini. Jika kamu menyukai musik yang tidak hanya enak didengar tetapi juga memiliki makna mendalam, maka lima lagu Hozier berikut ini cocok untuk kamu yang menggemari mitologi klasik dan wajib ditambahkan ke dalam daftar putarmu.playlist!

Lirik Lagu From Eden - Hozier, Suara Trend Are You Okay I'm Okay Tapi 10 Kesempatan Vicky Kharisma dan Bridgia Berhabiskan Waktu Bersama Saat Musim Dingin
Sekolah Pramugari Terbaik Akreditasi A hub Kak Awan 087838815050 untuk mendaftar sekolah pramugari PSPP Penerbangan

Profil Raissa Ramadhani, seorang penyanyi yang secara resmi menikah dengan aktor Arbani Yazis. Diketahui bahwa pasangan pengantin ini memiliki perbedaan usia sebesar 6 tahun.

Seberitis Arbani Yasiz secara resmi menikahi Raissa Ramadhani pada Sabtu (9/8/2025). Pesta pernikahan keduanya digelar sederhana di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

"Dengan menyebut nama Allah, sampai surga," tulis Arbani di akun Instagram pribadinya @arbaniyasiz.

Pada acara pernikahan ini, Arbani memutuskan untuk mengenakan pakaian pengantin tradisional dengan gaya modern karya Gugi Nugraha. Ia tampil perkasa dengan jas putih susu yang didekorasi hiasan halus di bagian depan dan lengan.

Baju tersebut dipadukan dengan celana dan kain batik yang memiliki nuansa serupa yang melilit pinggangnya. Potongan pakaian yang sesuai dengan tubuh menonjolkan bentuk tubuh aktor tersebut, sementara hiasan sulaman memberikan kesan mewah namun tetap sederhana.

Melengkapi penampilannya, Arbani memakai tutup kepala berwarna putih yang dihiasi dengan bordir serta rantai bunga melati di leher yang menggambarkan kesucian dan kebahagiaan. Aksesori dari Adelle Jewellery menambah kesan mewah namun tetap menjaga nuansa tradisional.

Di sisi lain, Raissa tampil menarik dengan mengenakan gaun pengantin putih karya Gugi Nugraha. Berdasarkan laporan Kompas.com, gaun tersebut dihiasi dengan hiasan payet dan kristal yang membentuk pola rumit, menghasilkan efek berkilau ketika terkena cahaya.

Garis rok kebaya yang panjang hingga menyentuh lantai menambah kesan anggun dan terkesan modern. Kebaya Raissa dikombinasikan dengan kain yang sejalan dengan milik Arbani, menghasilkan keselarasan dalam penampilan.

Ia juga memakai hijab yang dihiasi dengan renda dan payet, serta mahkota dan bros perak yang mempercantik penampilannya. Bunga melati di samping kepalanya memberikan sentuhan tradisional yang menarik.

Riasan wajah Raissa dikerjakan oleh Fidel Herta, menonjolkan keindahan alami dengan gaya soft glam yang sempurna, menggunakan nuansa nude, shading lembut, serta tata mata yang anggun. Pasangan pengantin ini terlihat harmonis berdiri bersama dalam acara penting mereka.

Selain itu, sebelum secara resmi menikah, Arbani Yasiz dikenal telah melamar Rassa terlebih dahulu di Jepang. Setelah itu, keduanya melanjutkan dengan acara pertunangan, pada 25 Mei 2025.

 

"Banyak hal yang bisa kami syukuri hari ini. Dikelilingi orang-orang yang dicintai, terikat dalam satu tujuan baik. Lamaran kami THE ENGAGEMENT dari “Arbani & Raissa” 24-05-2025," tulis Abani Yasiz.

Keduanya diketahui menjalin hubungan asmara selama 4 tahun. Raissa memiliki perbedaan usia 6 tahun lebih muda dibanding Arbani yang telah berusia 30 tahun.

Berdasarkan informasi dari TribunStyle.com, profil Raissa Ramadhani dikenal sebagai seorang penyanyi muda yang memulai karier pada tahun 2022. Wanita ini lahir di Bogor, pada tanggal 11 Desember 2000.

Raissa Ramadhani memulai kariernya di dunia musik dengan membagikan lagu-lagu yang ia nyanyikan ulang di akun media sosialnya. Hal ini menarik perhatian pengguna internet hingga akhirnya ia diberi kesempatan untuk tampil secara profesional.

Artis ini kemudian secara resmi memulai debutnya dengan lagu "Katanya dan Berpisah Lebih Indah" yang dirilis pada 2022 bersama Sony Music Entertainment. Pada tahun 2023, Raissa kembali merilis lagu terbaru berjudul "Lepaskanmu" dan "Seribu Pelukan".

Namanya semakin terkenal berkat lagu LAURA yang dirilis pada tahun 2024. Karya tersebut digunakan sebagai musik latar dalam film Laura yang tayang pada tahun yang sama.

Pada tahun 2025, Raissa akhirnya merilis album pertamanya yang berjudul Ribuan Rindu. Dalam bidang pendidikan, istri dari Arbani Yazis ini dikenal telah menyelesaikan studinya di London School of Public Relations (LSPR) pada tahun 2022. (*)

Sekolah Pramugari Terbaik Akreditasi A hub Kak Awan 087838815050 untuk mendaftar sekolah pramugari PSPP Penerbangan

POLEMIK royalti musik menyebar setelah sejumlah pelaku usaha, termasuk PT Mitra Bali Sukses, pemegang lisensi Mie Gacoan Bali dan luar pulau Jawa, dilaporkan oleh Lembaga Manajemen Kolektif Sentra Lisensi Musik Indonesia (LMK Selmi). Perhatian masyarakat semakin luas ketikaKetua LMKN sebelumnya adalah Dharma Oratmangunmengenai pengambilan royalti tidak hanya berlaku untuk lagu yang populer, tetapi juga musik instrumental atau suara-suara dari produser fonogram. Termasuk suara alam yang direkam dan digunakan sebagai bahan komersial.

Di tengah sengitnya perdebatan, sejumlah musisi memilih tindakan berbeda dengan mengizinkan lagu mereka diputar secara gratis di ruang publik tanpa adanya pembayaran royalti. Siapa saja musisi tersebut?

Ahmad Dhani

Ahmad Dhani memberikan izin kepada restoran, kafe, atau tempat usaha untuk memainkan lagu-lagu Dewa 19.featuring Virzha atau Ello secara gratis. Sebagai pemilik hak cipta, ia hanya meminta pengusaha untuk mengirim pesan langsung ke akun resmi band. "Resto yang memiliki banyak cabang dan inginngeplay Lagu Dewa 19, Ahmad Dhani sebagai pemilik hak cipta memberikan gratis kepada yang tertarik," ujar Dhani melalui akun Instagram pribadi dan bandnya pada 5 Agustus 2025. "Yang berminat bisa mengirim pesan langsung ke @officialdewa19."

Charly Van Houten

Vokalis Setia Band ini tidak hanya memperbolehkan pemutaran lagu-lagunya di kafe atau restoran, tetapi juga menyiapkan hadiah bagi mereka yang membawakannya. Di akun Instagram pribadinya, mantan vokalis band ST12 itu menjelaskan hal ini kepada publik. “Saya Charly Van Houten mengimbau bahwa jika saya sedang berada di suatu tempat, seperti kafe, restoran, atau lokasi lainnya, dan ada seseorang yang memainkan lagu saya, serta musisi yang menyanyikan karya saya, maka saya akan memberi hadiah,” katanya.

Hadiah itu, menurut Charly, berupamerchandise sebagai bentuk rasa terima kasih. Unggahan tersebut diakhiri dengan caption "Salam musik Indonesia," yang menunjukkan dukungan musisi tersebut terhadap lagu-lagu dari tanah air.

Ian Kasela

Mewakili grup band Radja, Ian Kasela memberikan izin kepada pengusaha hotel, kafe, dan restoran untuk memutar lagu bandnya secara gratis. Bagi penyanyi lagu "Cinderella" ini, kebanggaan seorang musisi terwujud ketika karyanya diterima oleh banyak orang. Ian menyampaikan bahwa semua lagu yang mereka ciptakan sengaja dibuat untuk dinikmati.

"Lagu kami ditujukan untuk dicintai, bukan untuk ditakuti. Bahkan jika semua kalangan bisa menikmatinya, itulah kebanggaan kami. Penghargaan terbesar bagi seorang musisi adalah ketika publik menerima karya atau lagunya," tulis Ian di akun Instagram resmi Radja, 9 Agustus 2025.

Untuk hal-hal lain, kata dari band tersebut, mereka mengakui kepercayaan pada negara melalui pemerintah pasti akan menjaga dan melindungi hak setiap warga negara sesuai dengan Undang-Undang. Radja juga mengajak seluruh pihak untuk memperjuangkan kebebasan hati, pikiran, dan akal.

Bahkan, dalam unggahan terbarunya, Radja mengizinkan seluruh restoran dan kafe memainkan lagu-lagu populer mereka. Berbeda dengan suara burung yang kini menjadi perhatian utama.

Juicy Luicy

Uan Kaisar, vokalis sekaligus pencipta lagu dari Juicy Luicy, mengizinkan para pelaku usaha memainkan lagu bandnya tanpa perlu merasa khawatir. Dalam situasi yang sedang memicu perdebatan tentang hak cipta musik bagi para pengusaha, Uan memberikan respons melalui media sosialnya dengan menanggapi pertanyaan netizen dengan izin untuk memutar lagu-lagu Juicy Luicy. “Boleh, bawain”aja tuh di kafe. Kalian dengerin Juicy Luicy aja,” ujarnya.

Ia juga menyarankan para pemilik restoran atau kafe untuk memainkan lagu "lo-fi" atau "ambience" yang tidak memerlukan pembayaran royalti. "Itu juga bisa"vibes Oke, jika takut terhadap royalti," kata Uan. Pada kesempatan yang sama, ia juga memberi izin kepada para penyanyi untuk menyanyikan lagu-lagu Juicy Luicy tanpa perlu khawatir akan dituntut membayar royalti.

Rhoma Irama

Bintang "Raja Dangdut" melepaskan lagu-lagunya agar bisa dinyanyikan kembali oleh siapa pun. Secara pribadi, Rhoma mengizinkan seluruh penyanyi dangdut di seluruh dunia untuk menyanyikan lagu-lagunya. “Saya tidak akan meminta apa-apa. Silakan nyanyikan sepuas-puasnya,” ujar Rhoma di kanal YouTube miliknya. “Boleh, tidak perlu membayar saya. Ini hak eksklusif saya kan. Boleh, bukan?”

Thomas Ramdhan

Bassist Band GIGI memberi kebebasan untuk memainkan lagu-lagunya di kafe, kecuali untuk penggunaan yang bersifat komersial seperti iklan atau promosi produk. "Khusus untuk lagu-lagu saya, baik lirik maupun musiknya, gratis," ujar Thomas dalam unggahan Instagram pribadinya. "Kecuali jika lagu tersebut digunakan untuk keperluan komersial (seperti dibuat menjadi iklan atau dipakai untuk sebuah produk), maka diperlukan izin."publishing.”

Tindakan itu, sambungnya, merupakan wujud kasih sayangnya terhadap Indonesia. Karena ia tidak ingin melukai para musisi, pencipta lagu, pendengar, dan penggemar musik tanah air.

Sekolah Pramugari Terbaik Akreditasi A hub Kak Awan 087838815050 untuk mendaftar sekolah pramugari PSPP Penerbangan
Lagu Taylor Swift yang Cocok untuk Mendaki Gunung

Banyak orang menganggap mendaki gunung sebagai aktivitas yang menyenangkan. Saat berjalan menuju puncak, pemandangan alam yang terlihat sangat menarik. Terkadang, terdapat beberapa lokasi luar biasa sepanjang perjalanan mendaki, seperti savana atau danau.

Mendaki gunung terkadang bisa terasa membosankan. Selain berbicara dengan teman-teman pendakian, kamu juga dapat bersantai sejenak dengan mendengarkan musik. Taylor Swift memiliki beberapa lagu yang cocok didengarkan saat sedang melakukan pendakian.

Mungkin kamu mengernyitkan dahi, mendaki gunung sambil mendengarkan lagu Taylor Swift? Jangan dianggap remeh, ada banyak lagu Taylor Swift yang cocok didengar saat sedang mendaki gunung, lho.Vibes Lagu-lagu Swift akan mengantarkanmu ke dunia yang berbeda selama perjalanan mendaki.

1. "willow"

https://www.youtube.com/watch?v=7EvwIw4gIyk&list=RD7EvwIw4gIyk&start_radio=1&pp=ygUTd2lsbG93IHRheWxvciBzd2lmdKAHAdIHCQnHCQGHKiGM7w%3D%3D

Lagu-lagu dari album evermore (2020) bisa dikatakan sangat cocok didengarkan saat berjalan kaki. Namun, lagu "willow" adalah yang paling direkomendasikan untuk dimasukkan dalamplaylist pendakianmu.

Lagu yang berlangsung selama 3 menit 34 detik ini mengandalkan melodi akustik yang lembut serta lirik yang menyentuh. Lagu "willow" terasa seperti aliran sungai yang tenang, namun sesekali berbelok. Mendengarkan lagu ini seolah-olah memasuki hutan yang rindang dengan sinar matahari yang menembus masuk.

Saat kamu berada di jalur yang damai, lagu "willow" akan menjadi teman yang sempurna. Perjalanan pagi yang tenang, namun penuh misteri, juga bisa menjadi waktu yang pas untuk mendengarkan lagu "willow."

2. "Keluar dari Hutan"

https://www.youtube.com/watch?v=gp1MR2WAAXY&list=RDgp1MR2WAAXY&start_radio=1&pp=ygUdT3V0IG9mIHRoZSBXb29kcyB0YXlsb3Igc3dpZnSgBwE%3D

Album 1989 (2014) diperiahkan oleh salah satu laguupbeat, yaitu "Out of the Woods." Lagu ini menghadirkan perasaan petualangan dan keberanian selama proses mendaki menuju puncak.Beat yang sering terjadi mungkin terasa membingungkan, tapi tetap memberi semangat.

Dengan durasi sekitar 3 menit 55 detik, "Out of the Woods" sangat cocok mengiringi perjalananmu di jalur yang panjang dan datar. Jika merasa membutuhkan semangat untuk terus melangkah, lagu ini adalah pilihan terbaik.

Judul lagu ini sangat mencerminkan proses mendaki gunung yang melewati hutan. Bagi Swift, lagu ini merupakan wujud refleksi dalam menemukan kembali dirinya yang dulu hilang. Mungkin kamu juga akan merasakan hal yang sama.

3. "the lakes"

https://www.youtube.com/watch?v=tOHcAc3r2kw&list=RDtOHcAc3r2kw&start_radio=1&pp=ygUcdGhlIGxha2VzIFdvb2RzIHRheWxvciBzd2lmdKAHAQ%3D%3D

Apakah kamu sedang bersantai atau berkemah di tepi danau? Sangat tepat, karena Taylor Swift memiliki lagu berjudul "the lakes" yang bisa kamu dengarkan pada momen tersebut.

Lagu dalam album folklore (2020) ini dibuat oleh Swift dengan lirik yang indah dan musik orkestra yang lembut. Dapat dikatakan, "the lakes" mampu menciptakan suasana tenang dan damai saat kamu beristirahat di tepi danau.

Lagu "the lakes" menceritakan perjalanan menuju alam, khususnya sebuah danau. Swift menggambarkan dirinya sedang berada di danau dan menatap pemandangan yang luas. Wah, kamu bisa mencoba hal ini juga, lho!

4. "ivy"

https://www.youtube.com/watch?v=9nIOx-ezlzA&list=RD9nIOx-ezlzA&start_radio=1&pp=ygUQaXZ5IHRheWxvciBzd2lmdKAHAQ%3D%3D

Saat mendengar lagu "ivy," kamu mungkin merasakan suasana sedih, tapi terasarelateable. Lagu yang terdapat dalam albumevermore memang menceritakan hutan belukar secara metaforis, perasaan, dan hasrat yang tersembunyi.

Mendengarkan "ivy" saat mendaki gunung sangat cocok ketika kamu berjalan dengan kecepatan pelan di jalur yang dikelilingi pohon tinggi. Jalan yang berkabut dan sunyi bersama alunan lagu "ivy" akan membuatmu merasa lebih dekat dengan alam.

5. "invisible string"

https://www.youtube.com/watch?v=OuFnpmGwg5k&list=RDOuFnpmGwg5k&start_radio=1&pp=ygUdaW52aXNpYmxlIHN0cmluZyB0YXlsb3Igc3dpZnSgBwE%3D

Aransemen folk yang tenang, mengalir, dan alami pasti cocok untuk perjalanan mendaki pegunungan. Taylor Swift memiliki semua hal itu dalam lagu "invisible string." Lagu yang berdurasi 4 menit 12 detik ini terdapat dalam albumfolklore.

Lagu "invisible string" juga dapat menjadi momen refleksi selama proses pendakian. Karena lagu ini mengajak pikiran untuk merenungkan masa lalu, kebetulan dalam kehidupan, dan hubungan yang telah terjalin, dengan siapa pun.Vibes di dalam lagu ini sangat tenang sekali.

Mendengarkan lagu "invisible string" saat berjalan-jalan di gunung sangat cocok ketika kamu melewati jalur sempit di antara pohon-pohon, jembatan kecil, atau menemukan sumber air yang mengalir deras. Menontonsunset lagu ini juga menyenangkan, lho!

Kamu mungkin mengenal Taylor Swift sebagai penyanyi yang kerap mengkritik mantan kekasihnya dalam lagunya. Selain itu, lagu-lagu milik Swift terus berkembang, bahkan bisa kamu dengarkan saat sedang mendaki gunung. Jadi, lagu Taylor Swift mana yang akan kamu masukkan dalamplaylist mendakimu?

5 Lagu Taylor Swift yang Memiliki Nuansa Musim Panas, Agustus Viral!
Sekolah Pramugari Terbaik Akreditasi A hub Kak Awan 087838815050 untuk mendaftar sekolah pramugari PSPP Penerbangan

STUDIO Musik Resonanz (TRMS) dan Jakarta Concert Orchestra (JCO) mengadakan konser tahunan Simfoni untuk Bangsabertema "8 Dekade Musik Indonesia" pada Sabtu, 2 Agustus 2025 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pertunjukan ini menyajikan lagu-lagu terpilih yang menggambarkan delapan dekade perkembangan musik tanah air.

Pertunjukan tahun ini merupakan edisi ke-16 sejak pertama kali diadakan pada 2010. Konser kali ini juga dimeriahkan oleh Batavia Madrigal Singers (BMS), The Resonanz Children's Choir (TRCC), Armonia Choir serta penampilan solo dari Ingrid Patricia, Farman Purnama, dan Isyana Sarasvati yang dipimpin oleh konduktor Maestro.Avip Priatna.

Dibuka dengan Lagu Perjuangan

Konser ini menampilkan pilihan lagu-lagu yang sangat dikenal oleh masyarakat, mencerminkan perjalanan Indonesia dalam merayakan 80 tahun kemerdekaannya. Mereka membagi lagu-lagu atau komposisi berdasarkan dekade yang berbeda. Medley lagu-lagu perjuangan menjadi penanda dekade pertama (1945-1955) yang dibawakan dengan penuh semangat oleh The Resonanz Children’s Choir melalui "Berkibarlah Benderaku" dan "Indonesia Pusaka", yang membangkitkan antusiasme para penonton dengan semangat nasionalisme, membuka jalannya konser tersebut.

Maria Sita, Yemima Madeleine, dan Sherina D. Saragih tampil membawakan lagu "Tiga Dara" dalam konser Simfoni untuk Bangsa dengan tema "8 Dekade Musik Indonesia" di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu, 2 Agustus 2025. Dok. Jakarta Concert Orchestra

Setelah itu dilanjutkan dengan lagu-lagu dari dekade kedua (1955-1965), ketika Indonesia mulai berkembang dan musik ikut berubah, memberikan warna dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Lagu lama "Tiga Dara" yang ceria dan lengkap dinyanyikan oleh Maria Sita, Yemima Madeleine, dan Sherina D. Saragih. Lagu ini mengingatkan semangat ketika layar lebar dan radio mulai hadir di tengah masyarakat. Melengkapi dekade ini adalah lagu ciptaan Gesang, "Bengawan Solo" yang dinyanyikan oleh Farman Purnama. Lagu lawas lainnya seperti "Nurlela" dibawakan oleh Trio Wandilat, Abraham, dan Dewabhatara dengan iringan orkestra yang memperindah panggung.

Tampilnya penyanyi bersuara emas Isyana Sarasvatimenyanyikan lagu "Tuhan" bersama BMS dengan penuh kebijaksanaan, merenung, dan mengagumkan. Lagu ini mendampingi para hadirin memasuki dekade ketiga (1965-1974).

Tidak ketinggalan, Armonia Choir mengiringi dekade ini dengan lagu ciptaan Yok Koeswoyo, "Kolam Susu" yang diatur secara kreatif dan segar. Semangat suasana serta ruang dengar para hadirin kembali terasa dengan lagu Terajana yang dibawakan dengan iringan orkestra yang diaransemen dalam nuansa dangdut oleh vokalis pria BMS.

Lagu Romantis hingga Karya Titiek Puspa

Lagu-lagu romantis muncul dalam sesi dekade keempat (1975-1985) dengan lagu yang terkenal dari film "Galih dan Ratna". Lagu ini dinyanyikan oleh sepasang penyanyi muda, Giri Rizki Riyadi dan Aurel Hutajulu. TRCC, yang tahun lalu menjadi juara dalam Tolosa International Choral Contest 2024 (Edisi ke-55) dan tahun ini berhak mengikuti 34th European Grand Prix for Choral Singing 2025.

Paduan suara anak-anak kembali tampil penuh semangat dengan menyanyikan rangkaian lagu ciptaan Titiek Puspa (“Menabung”, “Marilah Kemari”, “Apanya Dong”). Masa romansa mengajak penonton merenung kembali lagu “Badai Pasti Berlalu” yang dinyanyikan oleh Reinata Priskila dan BMS.

Setelah jeda, lagu yang diperkenalkan oleh Anggun C. Sasmi "Tua-tua Keladi" tampil di panggung mewakili dekade kelima (1985-1995). Pada masa itu, genre pop, rock, dan balada cukup mengisi ruang pendengaran masyarakat. Lagu "Kumpul Bocah" yang dinyanyikan oleh Vina Panduwinata serta "Selamat Datang Cinta" yang dibawakan oleh Alin Pontoh, Alexandra Januarvian, dan BMS.

Pentas Simfoni untuk Bangsa dengan tema "8 Dekade Musik Indonesia" digelar di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Sabtu, 2 Agustus 2025. Dok. Jakarta Concert Orchestra

Dasawarsa keenam (1995-2005) ditandai oleh lagu-lagu yang lahir dari ruang kumpulan dan independen. Lagu-lagu dari masa ini masih melekat hingga saat ini seperti “Cerita Cinta”, “Cantik”, “Setahun Kemarin”, dan “Bahasa Kalbu” yang dinyanyikan BMS. Sementara lagu “Sephia” karya Sheila on 7 dinyanyikan olehJakarta Concert Orchestradan mengajak penonton untuk menyanyikan lagu bersama. Sesi ini diakhiri dengan lagu "Ada Apa dengan Cinta" yang terkenal dari film berjudul sama.

Dekade ketujuh (2005–2015) dalam pilihan Avip, dianggap sebagai tanda awal munculnya era digital. Musik menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari seperti “Kasih Putih” yang dinyanyikan dengan penuh perasaan oleh trio Nobel, Mitchell dan Ery. Kehidupan lagu “Indovers” dapat disajikan dengan baik oleh Sere, Rinaldy, Adrian, Bayu dan Edward, serta “Laskar Pelangi” dinyanyikan secara indah oleh JCO.

Bebas Berekspresi

Memasuki dekade terakhir (2015–2025), genre tidak lagi menjadi batasan. Para musisi bereksplorasi secara bebas dan menyampaikan perasaan serta pengalaman mereka. Seperti lagu “Rungkad” (Armonia Choir), “Lathi” (Quinsha Hutasoit dan BMS), “Manusia Kuat” (Farman Purnama), serta kejutan “Selalu Ada di Nadimu” yang memperkenalkan film Jumbo yang mendapatkan lebih dari 10 juta penonton, membawa penonton pada semangat era saat ini.

Isyana Sarasvati tampil dengan lagu "Lexicon" dalam konser Simfoni untuk Bangsa yang bertema "8 Dekade Musik Indonesia" di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu, 2 Agustus 2025. Dok. Jakarta Concert Orchestra

Isyana Sarasvati menutup konser ini dengan lagu “Lexicon” yang dinyanyikannya dengan penuh jiwa dan suara tingginya. Penonton mendapatkan tambahan istimewa berupa encore dari tampilan Isyana bersama Farman dengan lagu “Berharap Tak Berpisah”.

Pilihan lagu yang disajikan setidaknya mencerminkan zamannya dalam perkembangan musik Tanah Air. "Melalui konser ini, kami ingin menghidupkan kembali semangat masa masing-masing dekade melalui musik. Pemilihan lagu didasarkan pada kemampuannya mewakili setiap era," kata Avip dalam sesi jumpa pers sebelum konser dimulai.

Avip Priatna dan Karen Laurencia dalam sesi jumpa pers konser Simfoni untuk Bangsa dengan tema "8 Dekade Musik Indonesia". Dok. Jakarta Concert Orchestra

Ia menegaskan bahwa meskipun perubahan dari satu dekade ke dekade tidak selalu signifikan, terdapat nuansa khas yang menciptakan ciri khas musik pada masa tertentu. "Ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga upaya untuk memotivasi perkembangan musik Indonesia di dekade berikutnya," katanya.

Karen Laurencia dari Batavia Madrigal Singers menjelaskan bahwa persiapan dimulai sejak awal tahun, termasuk dalam diskusi panjang mengenai pemilihan lagu. Menurutnya, satu dekade bisa memiliki 10 lagu penting, tetapi hanya beberapa yang dapat dinyanyikan. "Kami memilih lagu-lagu yang mewakili suasana dan semangat setiap masa," katanya. Ia menambahkan bahwa para penyanyi dan musisi juga diberi kebebasan dalam aransemen untuk menyampaikan interpretasi baru tanpa menghilangkan jiwa lagu aslinya.

DIAN YULIASTUTI