Articles by "Indonesia"
Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Sekolah Pramugari Terbaik Akreditasi A hub Kak Awan 087838815050 untuk mendaftar sekolah pramugari PSPP Penerbangan

Jakarta, IDN Times - Nobody 2 mengawali debut sebagai sutradara Indonesia, Timo Tjahjanto, di dunia perfilman Hollywood. Tidak main-main, sutradara yang terkenal dengan film-filmactionfilm yang penuh kekerasan tersebut dipercayakan untuk dikerjakan di bawah naungan studio besar seperti Universal Pictures.

Sekarang sedang sibuk di luar negeri, saya harus melakukan wawancara dengan sutradara film tersebut secara virtual, yang saat itu berada di London. Waktu 15 menit terasa sangat cepat karena kami membicarakan banyak adegan menarik dari film ini.

Namun, saya akan menceritakan semuanya nanti setelah filmnya rilis dan artikel ini hanya akan membahas kisah awal Timo Tjahjanto bergabung denganNobody 2.

1. Timo menerima naskah Nobody 2 saat sedang menangani The Shadow Strays

Kepada IDN Times,Timo menjelaskan awal mula perjalanannya dalam proyek tersebut.Nobody 2. Ketika menerima naskah ini, Timo mengungkapkan, sedang berada di masa pascaproduksi film Netflix, The Shadow Strays.Karena sangat menyukai film pertamanya, Timo mengaku langsung tertarik, karena bagi dirinya, sutradara filmNobody, Ilya Naishuller, adalah seorangfilmmaker yang luar biasa.

Ya, saat itu saya baru saja selesaiShadow Strays. Lagi di tengah-tengah post-production,ya. Maksudnya sedang mengedit berbagai hal. Tiba-tibaagen saya, agen Hollywood saya, katakan, seperti, 'Hai, mereka ingin membuatNobody 2 and kami sedang mengirimkan naskah kepada Anda sekarang,begitu. Dan jujur saya memang sudah menjadi penggemar dari film pertama. Saya merasa,damn, aku suka film ini, ya," katanya pada Kamis (7/8/2025).

2. Terdapat proses presentasi dan merasa selaras dengan Bob Odenkirk

Setelah menerima tawaran, Timo menjelaskan terdapat prosespitchingide dan visi terlebih dahulu sebelum akhirnya benar-benar bergabung. Dalam proses ini, bukan hanya dengan Universal Studios dan Universal Pictures, sutradara berusia 44 tahun tersebut juga sering berdiskusi dengan Bob Odenkirk, aktor yang memerankan Hutch, tokoh utama diNobody.

"Kita cukup sejalan mengenai bahagia dan sedihnya menjadi seseorangfather with two kids. Ia juga memiliki dua anak. Anaknyaobviously lebih grown uphanya seperti, kita mengatakan bahwa, oh ya, hidup di dunia kreatif ini juga penuh dengan kesedihannya. Bahwa kamu harus sering pergi jauh dari anak-anakmu, berbagai halnya.Jadi karena kita sudah membahas hal itu, kita nyambung, dan akhirnya I got the job," Timo mengingat percakapannya dengan Bob.

3. Tantangan menerima proyek ini, karena skripnya kaya akan warna

Nah, salah satu alasan Timo Tjahjanto menerima proyek ini bukan hanya karena filmactionatau dia adalah penggemar film pertamanya.Excited, Timo menjelaskan, naskah yang sangat berbeda dari film pertama justru membuatnya sangat tertarik.

Terus begitu aku diberi skripnya, aku awalnya kaget, mengapa skripnya positif dan penuh warna sekali, seperti berbeda jauhthan the first film.Tetapi justru karena hal itu, aku merasa terdorong, sepertinya aku ingin sekali," katanya dengan antusias.

Karena saat itu baru mulai mengerjakanThe Shadow Strays yang cukup gelap, vibe kontras yang ditawarkan naskah Nobody 2 membuat Timo merasa tertarik untuk mencoba hal yang baru.

"Gue kayaknya merasa tertantang, how about kita make somethingyang lebih berwarna dan lebih menarikhopeful dan lebih tentang family-lah, gitu. Kalau Shadow Strays kan tentang gak punya family, ya, hehehe," katanya sambil tertawa.

Kamu penasaran dengan film pertama Hollywood yang disutradarai oleh sutradara Indonesia, Timo Tjahjanto?Nobody 2akan dirilis di bioskop Tanah Air pada 13 Agustus 2025. Tunggu juga cuplikan wawancara eksklusif IDN Times dengan Timo lainnya, ya!

Sinopsis Film Nobody 2 yang Dibuat oleh Timo Tjahjanto Ringkasan Film Nobody 2 yang Disutradai oleh Timo Tjahjanto Kisah Film Nobody 2 yang Diarahkan oleh Timo Tjahjanto Deskripsi Film Nobody 2 yang Dibuat oleh Timo Tjahjanto Ringkasan Cerita Film Nobody 2 yang Disutradai oleh Timo Tjahjanto Sinopsis Film Nobody 2 yang Dibimbing oleh Timo Tjahjanto Informasi tentang Film Nobody 2 yang Disutradai oleh Timo Tjahjanto Pengantar Film Nobody 2 yang Diarahkan oleh Timo Tjahjanto Penjelasan Singkat Film Nobody 2 yang Dibuat oleh Timo Tjahjanto Kisah Pendek Film Nobody 2 yang Disutradai oleh Timo Tjahjanto 3 Hal Menarik dalam Trailer Nobody 2, Film Hollywood Timo Tjahjanto Profil dan Informasi tentang Timo Tjahjanto, Sutradara Film Nobody 2
Sekolah Pramugari Terbaik Akreditasi A hub Kak Awan 087838815050 untuk mendaftar sekolah pramugari PSPP Penerbangan

DUA seniman Asal Yogyakarta dan Jepang, Nasirun serta Bunta Inoe menggambarkan tentang perdamaian dunia dalam satu kanvas. Mereka melukis secara bergantian di Nasirun Studio, perumahan Bayeman Permai Jalan Wates KM 3 Yogyakarta pada hari Kamis, 7 Agustus 2025.

Karya Seni Dua Seniman dari Dua Negara Mengangkat Tema Perdamaian

Menggunakan cat akrilik, pelukis Nasirun memulai denganmelukis Lingkaran berpinggiran cokelat yang melambangkan dunia. Selanjutnya, menempatkan lukisan bendera Jepang di sudut kiri atas. Di tengahnya, ia menghiasi dengan warna gelap yang mencakup hitam, merah, dan biru. Seperti menyampaikan keadaan dunia saat ini yang kacau dengan berbagai masalah dan konflik. Dikombinasikan dengan pesan bertuliskan “Dunia dalam Damai” dengan aksen kuning.

Kemudian Bunta menjawab dengan menggambar beberapa pohon dan beberapa burung merpati menggunakan cat gelap yang melambangkan perdamaian. Ia juga menambahkan lukisan bendera Merah Putih di sisi kanan. Kedua bendera tersebut dipisahkan oleh pohon yang lebat dan hijau. Ia juga menuliskan pesan “World in Peace” di bagian bawah.

"Lukisan tersebut kini tersimpan di Studio Nasirun," ujar Khocil Birawa dari bagian publikasi kepadaTempo, Jumat, 8 Agustus 2025 pada malam hari.

Khocil menjelaskan, lukisan karya bersama Nasirun dan Bunta dinamai “Dunia Dalam Damai (World in Peace)”. Kerja sama ini dianggap sebagai upaya diplomasi seni budaya pada kesempatan peristiwa budaya Indonesia (budaya Jawa) dan budaya Jepang. Kolaborasi ini juga berfungsi sebagai ruang dialog budaya untuk menyampaikan harapan.perdamaian dunia, martabat manusia, serta empati yang melampaui batas dalam situasi global yang penuh dengan ketegangan geopolitik dan krisis iklim ini.

"Bunta di Yogya hanya berlangsung satu hari, khusus datang ke Studio Nasirun untuk berkunjung dan bekerja sama melukis bersama Nasirun," katanya menambahkan. Selanjutnya, muncul semangat dua seniman tersebut untuk mengadakan pameran bersama di Jepang dan Indonesia pada akhir tahun 2026.

Diplomasi Soft Power

Mereka menggambar selama 30 menit diawasi oleh mantan Panglima TNI dan Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn)Moeldoko yang dianggap sebagai pihak yang memulai kolaborasi tersebut. Kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari forum Sakuranesia "Friend-Ship" Jepang–Indonesia Cultural Dialogue di Paviliun Indonesia, Expo Osaka 2025. Expo 2025 Osaka–Kansai, Jepang pekan lalu.

Pada masa itu, Moeldoko bertemu dengan pewaris generasi ke-19 dari keluarga Tokugawa yang berpengaruh dalam sejarah Jepang. Mereka menjadi pembicara utama dalam sebuah diskusi dengan tema "Damai, Keamanan Manusia, dan Martabat".

Sebagai aktor resmi, saya telah selesai. Namun sebagai tentara, saya adalah seorang tentara yang tak pernah mati:Old soldier never die," ujar Moeldoko dalam pernyataan tertulis, yang kini memilih jalur budaya sebagai tempat salah satu perjuangan untuk kemajuan bersama.

Pada pertemuan antara Bunta Inoue dan Nasirun, Moeldoko menambahkan, dapat menjadi awal dari kerja sama seni yang menghadirkan pertukaran karya, kolaborasi pameran lintas negara, serta program residensi bagi seniman muda Indonesia dan Jepang. Sebagai bagian dari proyek “Inochi-Chikyu-Mirai” (Kehidupan, Bumi, dan Masa Depan) oleh Yayasan Sakuranesia, kolaborasi ini membuka peluang bagi perkembangan ekosistem seni yang inklusif dan berkelanjutan.

"Keduanya mencerminkan kekuatan budaya sebagai alat diplomasi lembut yang tidak bertujuan untuk unggul, tetapi bersama-sama untuk saling memahami," katanya.

Bunta Inoue merupakan seniman kontemporer Jepang yang dikenal dengan julukan Art Maniac. Karya-karyanya menggabungkan prinsip Zen, termasuk teknik tradisional Jepang seperti washi dan lapisan emas. Selain itu, karya-karyanya juga mencerminkan kesadaran lingkungan yang memberikan semangat untuk menginspirasi dalam rangkaian karya yang memproses warisan spiritual Jepang dalam bahasa visual yang global.

Sementara Nasirun merupakan seniman Indonesia yang menggabungkan tradisi Jawa dengan ekspresi modern. Ia mencerminkan semangat kebudayaan Nusantara melalui wayang kulit, mitos Jawa, hingga kritik sosial dalam bentuk karya lukisan dan instalasi. "Harapan saya tahun depan dapat terwujud kolaborasi dengan Bunta untuk pameran di Jepang maupun Indonesia," kata Nasirun berharap.

Sekolah Pramugari Terbaik Akreditasi A hub Kak Awan 087838815050 untuk mendaftar sekolah pramugari PSPP Penerbangan
25 Lagu Meriahkan Lomba 17 Agustus

Sudah memasuki bulan Agustus, ya. Tanda-tandanya berbagai lomba perayaan 17 Agustus mulai diadakan untuk merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain lomba yang dibuat dengan kreativitas tinggi, acara lomba juga dimeriahkan dengan musik.

Nah, berikut rekomendasi kumpulan lagu saat lomba perayaan 17 Agustusyang bisa diperdengarkan. Lagu-lagu berikut ini memiliki irama dan kata-kata yang sesuai dengan tema Agustusan.

1. Dari Mata Sang Garuda - Pee Wee Gaskins

https://www.youtube.com/embed/ixHGYhLo_Po

Siapa yang tidak mengenal lagu ini?Dari Mata Sang Garuda- Pee Wee Gaskins dapat masuk - Pee Wee Gaskins mungkin bisa masuk - Pee Wee Gaskins bisa memasuki - Kemungkinan Pee Wee Gaskins bisa masuk - Pee Wee Gaskins memiliki kesempatan untuk masukplaylistlagu yang digunakan saat lomba 17 Agustus. Lagu yang dirilis pada tahun 2010 ini menjadi semangat untuk terus berjuang khususnya dalam berbagai kompetisi.

2. Berkibarlah Bendera Negeriku

Membuat merinding karena lirik dan alunan musik ini berhasil membangkitkan semangat nasionalisme.Berkibarlah Bendera Negerikuadalah lagu kebangsaan yang dibuat oleh Ibu Sud.

Lagu dengan irama lembut yang menyentuh jiwa serta menggambarkan perasaan cinta dan rasa bangga terhadap Indonesia. Lagu ini memanggil kita untuk menghormati dan merawat bendera Merah Putih sebagai lambang kemerdekaan dan persatuan bangsa.

3. Lepaskan - Iwan Fals

Mempunyai irama musik yang menggelegar,Bongkaradalah lagu yang dinyanyikan saat lomba 17 Agustus yang pasti membuat semangat semakin membara. Lagu ini juga mengandung kritik tajam terhadap situasi politik dan sosial yang memanas di Indonesia pada tahun 1980-an.

4. Kuat Kita Bersinar - Superman is Dead

Kampanyekan tentang persatuan, Superman is Dead mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga harmoni di tengah perbedaan. Lagu ini juga cocok digunakan sebagai lagu dalam lomba 17 Agustus. Meskipun saling bersaing untuk menjadi pemenang lomba, tetapi utamakan persatuan, ya.

5. Manusia Kuat - Tulus

Manusia Kuatadalah lagu yang maknanya juga menggambarkan perjuangan peserta lomba 17 Agustus. Mereka saling bekerja sama dan berjuang untuk menjadi pemenang. Oleh karena itu, lagu ini dapat diputar saat lomba Agustusan agar peserta semakin bersemangat.

6. Hari Merdeka

https://www.youtube.com/embed/mXN4Q7WdJno

Nah, lagu Hari Merdekaadalah lagu kebangsaan karya H. Mutahar yang pernah dinyanyikan ulang olehbandCokelat. Lagunya mengisahkan peringatan 17 Agustus atau Hari Kemerdekaan Indonesia yang dipertahankan dengan penuh semangat oleh para pahlawan.

7. Garuda di Dadaku - NTRL

Garuda di Dadakumerupakan lagu yang diperkenalkan oleh grup band NTRL, yang sebelumnya dikenal dengan nama Netral. Lagu ini memiliki lirik yang memotivasi, mengandung semangat nasionalisme dan dukungan terhadap tim nasional sepak bola Indonesia.

8. Batu Akik Khatulistiwa - Chrisye

Sedikit berbeda dari lagu yang biasanya diperdengarkan dalam lomba 17 Agustus yang umumnya penuh dengan melodi cepat dan cenderung menggoyang, laguZamrud Khatulistiwa- Chrisye lebih indah. Namun, lagunya tetap mampu membangkitkan semangat nasionalisme.

Zamrud Khatulistiwa- Chrisye menggambarkan keindahan alam yang ada di Indonesia. Kita sebagai bangsa Indonesia diajak untuk lebih mencintai tanah air ini.

9. Satu Indonesia - Kotak

Satu Indonesia- Kotak adalah lagu yang sering dinyanyikan dalam lomba 17 Agustus dan pasti tidak boleh dilewatkan. Lagu ini mengandung pesan untuk semangat menjadikan Indonesia sebagai satu kesatuan. Lagu ini juga bisa menjaditheme song untuk HUT RI ke-77.

10. Bendera - Cokelat

https://www.youtube.com/embed/ez86-BPVpTs

Membahas lagu dalam lomba 17 Agustus, lagu Benderadari Cokelat kini menjadi favorit yang selalu masukplaylist.Lagu ini memiliki irama yang kuat dan menggelegar. Isi liriknya juga menyentuh tema nasionalisme. Oleh karena itu, tidak heran jika lagu ini sangat sesuai dengan suasana perayaan 17 Agustus.

11. Berkibarlah Benderaku

Berkibarlah Benderakumerupakan lagu kebangsaan karya Ibu Sud. Lagu ini termasuk dalam lagu yang sering diperdengarkan setiap kali ada perayaan atau lomba bertema Agustusan. Isi lagu mengisahkan bendera Merah Putih yang menjadi bendera pusaka negara Indonesia.

12. Kebyar Kebyar - Gombloh

Apakah kamu sering mendengar lagu ini? Lirik awalnya sangat menarik dan melekat di pikiran banyak orang. Lagu nasional ini menyampaikan pesan bahwa Indonesia adalah tanah air sekaligus identitas kita.

13. Ayo! Indonesia Bisa - Sherina feat. Ello

Maka lagu semangat bagi para atlet dalam ajang Sea Games 2011,Ayo! Indonesia Bisa- Sherina bersama Ello juga cocok diperdengarkan dalam setiap perayaan Agustusan. Lagu mereka memotivasi pendengarnya untuk semangat dan lebih mencintai Tanah Air.

14. Kami Adalah Juara - Queen

https://www.youtube.com/embed/04854XqcfCY

Selain lagu Indonesia, beberapa lagu dari Barat juga cocok didengarkan saat 17 Agustus, lho. Salah satunya adalah lagu yang dinyanyikan oleh Queen ini. Lagu legendaris yang memicu semangat untuk mencapai posisi terbaik.

15. Super - SEVENTEEN

Ternyata, banyak lagu KPop yang dapat digunakan sebagai lagu dalam lomba 17 Agustus. Contohnya, laguSuperdari SEVENTEEN yang menceritakan tentang perjuangan menghadapi tantangan.

Banyak kali mengalami kegagalan, namun kamu selalu memiliki cara untuk bertahan dan bangkit dengan kuat. Melodi serta lirik lagu tersebut pasti mampu meningkatkan semangat.

Aku mencintai tim ku, aku mencintai kru ku, berlari sejauh ini

Aku mencintai timku, aku mencintai kruku, bisa terus berlari lebih jauh lagi

Aku mencintai timku, aku mencintai kruku, hingga titik ini.

Aku mencintai tim ku, berkat itu kami (seperti Goku yang telah menjadi)

16. Start - Gaho

OST dari drama hits Itaewon Classini selalu berhasil meningkatkan semangat. lagu yang paling cocok didengarkan ketika merasa lelah setelah berusaha keras, namun memperoleh hasil terbaik.

Lagu ini terasa memotivasi kita untuk tidak mudah menyerah dalam mengejar tujuan. Oleh karena itu, lagu iniStart cocok didengarkan pada tanggal 17 Agustus.

17. Pertarungan - BSS SEVENTEEN

Sub unit SEVENTEEN memiliki lagu penguat semangat terbaik. Meskipun berbahasa Korea, melodi dan liriknya cocok diputar saat perayaan 17 Agustus. Fakta menariknya, lagu ini terpilih sebagai lagu pembuka untuk Tim Korea di Olimpiade Paris 2024.

18. Lagu Pertarungan - Rachel Platten

Satu lagi lagu yang perlu dimasukkan saat lomba 17 Agustusplaylist, yaitu Fight Songoleh Rachel Platten. Makna lagunya menggambarkan seseorang yang meyakinkan dirinya sendiri untuk terus berjuang, meskipun menghadapi banyak halangan.

19. Menjadi Legenda -Superman Is Dead

https://m.youtube.com/watch?v=lrSZH8L-0gI&pp=ygUiamFkaWxhaCBsZWdlbmRhIC0gc3VwZXJtYW4gaXMgZGVhZA%3D%3D

Lagu ini menjadi simbol dari semangat nasionalisme dan keinginan untuk berjuang. Dengan liriknya, Superman Is Dead tampaknya ingin menyampaikan pesan tentang persatuan dan semangat membangun tanah air tanpa henti. Jadi, sangat cocok digunakan sebagai...anthemnasionalisme dalam perayaan 17 Agustus.

20. Safir - Ed Sheeran

Lagu karya Ed Sheeran ini menggabungkan nuansa pop yang penuh semangat. Liriknya yang menggambarkan keindahan dan antusiasme membuat lagu ini cocok digunakan untuk memotivasi peserta lomba Agustusan di wilayahmu.

21. Pemimpi - Jungkook BTS

Resmi masuk dalam soundtrack Piala Dunia FIFA 2022,Dreamersmengajak semua orang untuk terus berimajinasi dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Lirik “Lihatlah siapa kita, kita adalah para pemuja... Kita membuatnya terjadimenunjukkan semangat tidak mudah menyerah yang menginspirasi saat lomba 17 Agustus.

22. JUMP - BLACKPINK

Tahun ini, BLACKPINK secara resmi merilis lagu terbaru dengan judulJUMPLagu yang penuh semangat ini mengajak pendengar untuk bergerak dengan bebas dan percaya diri. Dengan irama cepat dan ketukan yang menggelegar, lagu ini sangat cocok untuk membangkitkan semangat para peserta lomba balap karung dalam perayaan 17 Agustus!

23. Mulia - Weird Genius, Lyodra, Tiara Andini, Ziva Magnolya

Lagu resmi Piala Dunia U-20 2023 mengusung tema kemenangan dan kejayaan. Liriknya yang membangkitkan semangat membuat para pendengarnya merasa percaya diri dan berani menunjukkan kemampuan terbaiknya. Sangat cocok untuk momen puncak perayaan atau penutup acara lomba 17 Agustus.

24. Untuk Indonesia - GAC

GAC atau Gamaliél, Audrey, dan Cantika sekali lagi menampilkan karya terbaik mereka dengan judulUntuk IndonesiaLagu yang menggambarkan perasaan cinta terhadap tanah air ini tampaknya memanggil generasi bangsa untuk ikut merasakan kebanggaan sebagai bagian dari Indonesia.

25. Indonesia - SAMSONS

Lagu yang dirilis pada tahun 2013 ini merupakan salah satu karya SAMSONS yang mengandung nuansa nasionalis serta lirik yang penuh makna.

Dengan melodi nge-beatdan suara vokal yang kuat, lagu ini berhasil membangkitkan semangat nasionalisme serta rasa kasih terhadap Tanah Air. Lagu ini sangat cocok dijadikanbacksoundsaat perlombaan 17 Agustus, khususnya dalam pembukaan acara.

Berikut 25 lagu yang cocok untuk lomba 17 Agustus yang bisa diputar. Dengan daftar lagu ini, kamu dapat menciptakan antusiasme dan semangat yang membuat setiap peserta yang hadir di acara lomba merasa lebih bersemangat. Pastikan acara lomba di wilayahmu menjadi lebih meriah dan menarik!

10 Lagu yang Mengisahkan Keluarga dan Membuat Hati Terharu 12 Lagu yang Menggambarkan Persahabatan, Teman Terbaik Selamanya!
Sekolah Pramugari Terbaik Akreditasi A hub Kak Awan 087838815050 untuk mendaftar sekolah pramugari PSPP Penerbangan

STUDIO Musik Resonanz (TRMS) dan Jakarta Concert Orchestra (JCO) mengadakan konser tahunan Simfoni untuk Bangsabertema "8 Dekade Musik Indonesia" pada Sabtu, 2 Agustus 2025 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pertunjukan ini menyajikan lagu-lagu terpilih yang menggambarkan delapan dekade perkembangan musik tanah air.

Pertunjukan tahun ini merupakan edisi ke-16 sejak pertama kali diadakan pada 2010. Konser kali ini juga dimeriahkan oleh Batavia Madrigal Singers (BMS), The Resonanz Children's Choir (TRCC), Armonia Choir serta penampilan solo dari Ingrid Patricia, Farman Purnama, dan Isyana Sarasvati yang dipimpin oleh konduktor Maestro.Avip Priatna.

Dibuka dengan Lagu Perjuangan

Konser ini menampilkan pilihan lagu-lagu yang sangat dikenal oleh masyarakat, mencerminkan perjalanan Indonesia dalam merayakan 80 tahun kemerdekaannya. Mereka membagi lagu-lagu atau komposisi berdasarkan dekade yang berbeda. Medley lagu-lagu perjuangan menjadi penanda dekade pertama (1945-1955) yang dibawakan dengan penuh semangat oleh The Resonanz Children’s Choir melalui "Berkibarlah Benderaku" dan "Indonesia Pusaka", yang membangkitkan antusiasme para penonton dengan semangat nasionalisme, membuka jalannya konser tersebut.

Maria Sita, Yemima Madeleine, dan Sherina D. Saragih tampil membawakan lagu "Tiga Dara" dalam konser Simfoni untuk Bangsa dengan tema "8 Dekade Musik Indonesia" di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu, 2 Agustus 2025. Dok. Jakarta Concert Orchestra

Setelah itu dilanjutkan dengan lagu-lagu dari dekade kedua (1955-1965), ketika Indonesia mulai berkembang dan musik ikut berubah, memberikan warna dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Lagu lama "Tiga Dara" yang ceria dan lengkap dinyanyikan oleh Maria Sita, Yemima Madeleine, dan Sherina D. Saragih. Lagu ini mengingatkan semangat ketika layar lebar dan radio mulai hadir di tengah masyarakat. Melengkapi dekade ini adalah lagu ciptaan Gesang, "Bengawan Solo" yang dinyanyikan oleh Farman Purnama. Lagu lawas lainnya seperti "Nurlela" dibawakan oleh Trio Wandilat, Abraham, dan Dewabhatara dengan iringan orkestra yang memperindah panggung.

Tampilnya penyanyi bersuara emas Isyana Sarasvatimenyanyikan lagu "Tuhan" bersama BMS dengan penuh kebijaksanaan, merenung, dan mengagumkan. Lagu ini mendampingi para hadirin memasuki dekade ketiga (1965-1974).

Tidak ketinggalan, Armonia Choir mengiringi dekade ini dengan lagu ciptaan Yok Koeswoyo, "Kolam Susu" yang diatur secara kreatif dan segar. Semangat suasana serta ruang dengar para hadirin kembali terasa dengan lagu Terajana yang dibawakan dengan iringan orkestra yang diaransemen dalam nuansa dangdut oleh vokalis pria BMS.

Lagu Romantis hingga Karya Titiek Puspa

Lagu-lagu romantis muncul dalam sesi dekade keempat (1975-1985) dengan lagu yang terkenal dari film "Galih dan Ratna". Lagu ini dinyanyikan oleh sepasang penyanyi muda, Giri Rizki Riyadi dan Aurel Hutajulu. TRCC, yang tahun lalu menjadi juara dalam Tolosa International Choral Contest 2024 (Edisi ke-55) dan tahun ini berhak mengikuti 34th European Grand Prix for Choral Singing 2025.

Paduan suara anak-anak kembali tampil penuh semangat dengan menyanyikan rangkaian lagu ciptaan Titiek Puspa (“Menabung”, “Marilah Kemari”, “Apanya Dong”). Masa romansa mengajak penonton merenung kembali lagu “Badai Pasti Berlalu” yang dinyanyikan oleh Reinata Priskila dan BMS.

Setelah jeda, lagu yang diperkenalkan oleh Anggun C. Sasmi "Tua-tua Keladi" tampil di panggung mewakili dekade kelima (1985-1995). Pada masa itu, genre pop, rock, dan balada cukup mengisi ruang pendengaran masyarakat. Lagu "Kumpul Bocah" yang dinyanyikan oleh Vina Panduwinata serta "Selamat Datang Cinta" yang dibawakan oleh Alin Pontoh, Alexandra Januarvian, dan BMS.

Pentas Simfoni untuk Bangsa dengan tema "8 Dekade Musik Indonesia" digelar di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Sabtu, 2 Agustus 2025. Dok. Jakarta Concert Orchestra

Dasawarsa keenam (1995-2005) ditandai oleh lagu-lagu yang lahir dari ruang kumpulan dan independen. Lagu-lagu dari masa ini masih melekat hingga saat ini seperti “Cerita Cinta”, “Cantik”, “Setahun Kemarin”, dan “Bahasa Kalbu” yang dinyanyikan BMS. Sementara lagu “Sephia” karya Sheila on 7 dinyanyikan olehJakarta Concert Orchestradan mengajak penonton untuk menyanyikan lagu bersama. Sesi ini diakhiri dengan lagu "Ada Apa dengan Cinta" yang terkenal dari film berjudul sama.

Dekade ketujuh (2005–2015) dalam pilihan Avip, dianggap sebagai tanda awal munculnya era digital. Musik menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari seperti “Kasih Putih” yang dinyanyikan dengan penuh perasaan oleh trio Nobel, Mitchell dan Ery. Kehidupan lagu “Indovers” dapat disajikan dengan baik oleh Sere, Rinaldy, Adrian, Bayu dan Edward, serta “Laskar Pelangi” dinyanyikan secara indah oleh JCO.

Bebas Berekspresi

Memasuki dekade terakhir (2015–2025), genre tidak lagi menjadi batasan. Para musisi bereksplorasi secara bebas dan menyampaikan perasaan serta pengalaman mereka. Seperti lagu “Rungkad” (Armonia Choir), “Lathi” (Quinsha Hutasoit dan BMS), “Manusia Kuat” (Farman Purnama), serta kejutan “Selalu Ada di Nadimu” yang memperkenalkan film Jumbo yang mendapatkan lebih dari 10 juta penonton, membawa penonton pada semangat era saat ini.

Isyana Sarasvati tampil dengan lagu "Lexicon" dalam konser Simfoni untuk Bangsa yang bertema "8 Dekade Musik Indonesia" di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu, 2 Agustus 2025. Dok. Jakarta Concert Orchestra

Isyana Sarasvati menutup konser ini dengan lagu “Lexicon” yang dinyanyikannya dengan penuh jiwa dan suara tingginya. Penonton mendapatkan tambahan istimewa berupa encore dari tampilan Isyana bersama Farman dengan lagu “Berharap Tak Berpisah”.

Pilihan lagu yang disajikan setidaknya mencerminkan zamannya dalam perkembangan musik Tanah Air. "Melalui konser ini, kami ingin menghidupkan kembali semangat masa masing-masing dekade melalui musik. Pemilihan lagu didasarkan pada kemampuannya mewakili setiap era," kata Avip dalam sesi jumpa pers sebelum konser dimulai.

Avip Priatna dan Karen Laurencia dalam sesi jumpa pers konser Simfoni untuk Bangsa dengan tema "8 Dekade Musik Indonesia". Dok. Jakarta Concert Orchestra

Ia menegaskan bahwa meskipun perubahan dari satu dekade ke dekade tidak selalu signifikan, terdapat nuansa khas yang menciptakan ciri khas musik pada masa tertentu. "Ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga upaya untuk memotivasi perkembangan musik Indonesia di dekade berikutnya," katanya.

Karen Laurencia dari Batavia Madrigal Singers menjelaskan bahwa persiapan dimulai sejak awal tahun, termasuk dalam diskusi panjang mengenai pemilihan lagu. Menurutnya, satu dekade bisa memiliki 10 lagu penting, tetapi hanya beberapa yang dapat dinyanyikan. "Kami memilih lagu-lagu yang mewakili suasana dan semangat setiap masa," katanya. Ia menambahkan bahwa para penyanyi dan musisi juga diberi kebebasan dalam aransemen untuk menyampaikan interpretasi baru tanpa menghilangkan jiwa lagu aslinya.

DIAN YULIASTUTI