Articles by "seni"
Showing posts with label seni. Show all posts
Sekolah Pramugari Terbaik Akreditasi A hub Kak Awan 087838815050 untuk mendaftar sekolah pramugari PSPP Penerbangan

MENGHADIRI lima tahun pengabdian dalam melestarikan tari tradisional Jawa,Festival Bedhayankembali diadakan di Gedung Kesenian Jakarta, Sabtu, 9 Agustus 2025. Tahun ini, festival tersebut menyajikan kolaborasi penari dari berbagai usia mulai dari remaja hingga lansia, dengan partisipasi penari pria yang lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.

Tidak hanya memperlihatkan tari Bedhayan tradisional dan karya baru dari berbagai komunitas, acara ini juga menggabungkan panggung seni dengan dukungan terhadap UMKM melalui pasar produk lokal di sekitar gedung.

Ulang Tahun Kelima Festival Bedhayan dengan Semangat Kerja Sama

Festival Bedhayan kembali diadakan untuk yang kelima kalinya. Mengusung temaPasca Utsava BedhayanFestival ini menjadi kesempatan untuk merayakan lima tahun komitmen dalam melestarikan seni tari klasik Jawa, Bedhayan. Diadakan oleh Laskar Indonesia Pusaka, Jaya Suprana School of Performing Arts, dan Swargaloka, acara ini menyajikan semangat refleksi serta kerja sama antar generasi.

Tari Bedhayan Sapta Manggala ditampilkan oleh Sanggar Sandhya Paramarta pada Festival Bedhayan 2025 di Gedung Kesenian Jakarta, tanggal 9 Agustus 2025. Tarian ini menggambarkan filosofi pemerintahan tradisional Nusantara yang menempatkan pemimpin sebagai tokoh, bukan penguasa, serta mementingkan kesetaraan dan kebersamaan. Tempo/Inge Klara Safitri

Berbeda dengan tahun sebelumnya, Festival Bedhayan 2025 melibatkan lebih banyak penari laki-laki. Rentang usia peserta atau penari secara keseluruhan berkisar antara 17 hingga 70 tahun. “Semoga terus berkembang perpaduan antara generasi muda dan tua,” kata Suryandoro, penasihat Festival Bedhayan dari Swargaloka.

Pembagian penampilan terdiri dari dua jenis: pemeliharaan (tari Bedhayan tradisional) dan pengembangan (karya baru). Daftar pertunjukan tahun ini mencakup:

Sekolah Seni Pertunjukan Jaya Suprana – Bedhayan Tembang Alit

Selaras Cipta Purusatama – Bedhayan Matirta Suci Usada Waluyaning Praja

Arkamaya Sukma I – Bedhaya Sukoharjo

Komunitas Kebaya Menari – Bedhayan Kusuma Aji

Pusat Tari Ary Suta – Bedhayan Kenya Laksita Kertabumi

Cipta Art Production – Bedhaya Sekar Manunggal

Arkamaya Sukma II – Bedhaya Kirana Ratih

Sekar Puri – Bedhaya Sonyaruri

Purwakanthi – Bedhaya Si Kaduk Manis

Nur Sekar Kinanti – Bedhayan Abdi Sekartadji

Mitra Tari Hadiprana – Bedhaya Mijil

Museum Gubug Wayang – Bedhaya Majakirana

Sandhya Paramarta – Bedhayan Sapta Manggala

Wulangreh Omah Budaya – Bedhayan Gula Kelapa/Merah Putih

Swargaloka – Beksan Talaga Angsa

Tari Bedhayan Tembang Alit yang ditampilkan oleh Jaya Suprana school of performing arts menjadi penampil pertama dalam Festival Bedhayan 2025 di Gedung Kesenian Jakarta, pada 9 Agustus 2025. Tari ini menggambarkan seorang manusia yang berkomitmen untuk mempersembahkan hidupnya demi kesejahteraan seluruh makhluk, sehingga suka dan duka menjadi bagian dari kehidupan. Tempo/Inge Klara Safitri

Selain daftar pertunjukan tersebut, festival ini juga menyajikan tarian enggang yang ditampilkan oleh kelompok tari Armonia Choir Indonesia yang dipimpin oleh Giok Hartono, sebagai pembuka acara di Gedung Kesenian Jakarta.

Di sisi lain, festival Bedhayan juga menjadi sarana yang mendukung pergerakan UMKM dengan menyelenggarakan pasar di sebelah kanan dan kiri Gedung Kesenian Jakarta, memberikan kesempatan bagi pelaku usaha setempat untuk memperkenalkan produk mereka kepada para pengunjung.

Keberadaan Maestro, Kementerian, dan Pesan Pelestarian

Festival Bedhayan 2025 juga dihadiri oleh para pengamat, ahli, serta maestro tari tradisional, antara lain Theodora Retno Maruti, GKR Wandansari Koes Moertiyah, KP. Sulistyo S. Tirtokusumo, Wahyu Santoso Prabowo, danDidik Nini ThowokKehadiran Kementerian Kebudayaan diharapkan mendorong Festival Bedhayan untuk mendapat perhatian sebagai festival tahunan yang tidak hanya sekadar pesta tetapi juga menjadi upaya melestarikan budaya Indonesia.

Sebelum acara utama, pada Selasa, 5 Agustus 2025, diadakan seminar Bedhayan Hagoromo yang dihadiri oleh Didik Nini Thowok sebagai pembicara dan Maria Darmaningsih sebagai moderator. Seminar ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan seni Bedhayan kepada masyarakat, sekaligus menjadi ruang dialog antara para seniman dan penggemar seni.

Ketua Umum Festival Bedhayan, Aylawati Sarwono, menekankan bahwa acara ini bertujuan untuk menjaga kelangsungan tari Bedhayan, khususnya di kalangan generasi muda. “Bedhayan sangat terbatas peminatnya. Jika kami tidak menyelenggarakan kegiatan seperti ini, saya khawatir akan punah. Festival ini hadir sebagai wadah bagi sanggar-sanggar dan para penari Bedhayan, terutama generasi muda,” katanya.

Melalui rangkaian acara yang menggabungkan tampilan dari berbagai kalangan, dukungan terhadap usaha mikro dan kecil, serta kehadiran tokoh budaya, Festival Bedhayan 2025 tidak hanya menjadi ajang seni, tetapi juga perayaan bersama untuk menjaga warisan budaya Indonesia.

GEOFANNY ELIZABETH

Sekolah Pramugari Terbaik Akreditasi A hub Kak Awan 087838815050 untuk mendaftar sekolah pramugari PSPP Penerbangan

DUA seniman Asal Yogyakarta dan Jepang, Nasirun serta Bunta Inoe menggambarkan tentang perdamaian dunia dalam satu kanvas. Mereka melukis secara bergantian di Nasirun Studio, perumahan Bayeman Permai Jalan Wates KM 3 Yogyakarta pada hari Kamis, 7 Agustus 2025.

Karya Seni Dua Seniman dari Dua Negara Mengangkat Tema Perdamaian

Menggunakan cat akrilik, pelukis Nasirun memulai denganmelukis Lingkaran berpinggiran cokelat yang melambangkan dunia. Selanjutnya, menempatkan lukisan bendera Jepang di sudut kiri atas. Di tengahnya, ia menghiasi dengan warna gelap yang mencakup hitam, merah, dan biru. Seperti menyampaikan keadaan dunia saat ini yang kacau dengan berbagai masalah dan konflik. Dikombinasikan dengan pesan bertuliskan “Dunia dalam Damai” dengan aksen kuning.

Kemudian Bunta menjawab dengan menggambar beberapa pohon dan beberapa burung merpati menggunakan cat gelap yang melambangkan perdamaian. Ia juga menambahkan lukisan bendera Merah Putih di sisi kanan. Kedua bendera tersebut dipisahkan oleh pohon yang lebat dan hijau. Ia juga menuliskan pesan “World in Peace” di bagian bawah.

"Lukisan tersebut kini tersimpan di Studio Nasirun," ujar Khocil Birawa dari bagian publikasi kepadaTempo, Jumat, 8 Agustus 2025 pada malam hari.

Khocil menjelaskan, lukisan karya bersama Nasirun dan Bunta dinamai “Dunia Dalam Damai (World in Peace)”. Kerja sama ini dianggap sebagai upaya diplomasi seni budaya pada kesempatan peristiwa budaya Indonesia (budaya Jawa) dan budaya Jepang. Kolaborasi ini juga berfungsi sebagai ruang dialog budaya untuk menyampaikan harapan.perdamaian dunia, martabat manusia, serta empati yang melampaui batas dalam situasi global yang penuh dengan ketegangan geopolitik dan krisis iklim ini.

"Bunta di Yogya hanya berlangsung satu hari, khusus datang ke Studio Nasirun untuk berkunjung dan bekerja sama melukis bersama Nasirun," katanya menambahkan. Selanjutnya, muncul semangat dua seniman tersebut untuk mengadakan pameran bersama di Jepang dan Indonesia pada akhir tahun 2026.

Diplomasi Soft Power

Mereka menggambar selama 30 menit diawasi oleh mantan Panglima TNI dan Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn)Moeldoko yang dianggap sebagai pihak yang memulai kolaborasi tersebut. Kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari forum Sakuranesia "Friend-Ship" Jepang–Indonesia Cultural Dialogue di Paviliun Indonesia, Expo Osaka 2025. Expo 2025 Osaka–Kansai, Jepang pekan lalu.

Pada masa itu, Moeldoko bertemu dengan pewaris generasi ke-19 dari keluarga Tokugawa yang berpengaruh dalam sejarah Jepang. Mereka menjadi pembicara utama dalam sebuah diskusi dengan tema "Damai, Keamanan Manusia, dan Martabat".

Sebagai aktor resmi, saya telah selesai. Namun sebagai tentara, saya adalah seorang tentara yang tak pernah mati:Old soldier never die," ujar Moeldoko dalam pernyataan tertulis, yang kini memilih jalur budaya sebagai tempat salah satu perjuangan untuk kemajuan bersama.

Pada pertemuan antara Bunta Inoue dan Nasirun, Moeldoko menambahkan, dapat menjadi awal dari kerja sama seni yang menghadirkan pertukaran karya, kolaborasi pameran lintas negara, serta program residensi bagi seniman muda Indonesia dan Jepang. Sebagai bagian dari proyek “Inochi-Chikyu-Mirai” (Kehidupan, Bumi, dan Masa Depan) oleh Yayasan Sakuranesia, kolaborasi ini membuka peluang bagi perkembangan ekosistem seni yang inklusif dan berkelanjutan.

"Keduanya mencerminkan kekuatan budaya sebagai alat diplomasi lembut yang tidak bertujuan untuk unggul, tetapi bersama-sama untuk saling memahami," katanya.

Bunta Inoue merupakan seniman kontemporer Jepang yang dikenal dengan julukan Art Maniac. Karya-karyanya menggabungkan prinsip Zen, termasuk teknik tradisional Jepang seperti washi dan lapisan emas. Selain itu, karya-karyanya juga mencerminkan kesadaran lingkungan yang memberikan semangat untuk menginspirasi dalam rangkaian karya yang memproses warisan spiritual Jepang dalam bahasa visual yang global.

Sementara Nasirun merupakan seniman Indonesia yang menggabungkan tradisi Jawa dengan ekspresi modern. Ia mencerminkan semangat kebudayaan Nusantara melalui wayang kulit, mitos Jawa, hingga kritik sosial dalam bentuk karya lukisan dan instalasi. "Harapan saya tahun depan dapat terwujud kolaborasi dengan Bunta untuk pameran di Jepang maupun Indonesia," kata Nasirun berharap.

Sekolah Pramugari Terbaik Akreditasi A hub Kak Awan 087838815050 untuk mendaftar sekolah pramugari PSPP Penerbangan

MUSEUM Srihadi Soedarsono berdiri sebagai bangunan empat lantai di Jalan Ciumbuleuit 173 Kota Bandung. Proses pembangunannya sejak 2022 melibatkan arsitek terkenal Andra Matin. “Karena dia memiliki ciri khas yang berbeda dan mewakili gaya arsitektur modern jadi ada kesesuaian,” ujar pengelola Ferdi Hidayat saat diwawancaraiTempo di museum, Jumat, 8 Agustus 2025.

Apa yang Ditampilkan di Museum Srihadi Soedarsono

Dari gerbang atau area parkir di depan museum, pengunjung harus melewati lorong akses yang sempit seperti gang dengan lebar sekitar satu meter dan berbelok-belok hingga sampai ke pintu masuk. Bentuk betonnya yang berwarna abu-abu alami terlihat kokoh. Kesan tersebut juga langsung terlihat dari penampilan fasad atau bagian depan bangunan museum yang sedikit melengkung menghadap ke jalan raya.

Sampai di lobi, atau lantai pertama yang disebut Ruang Pameran I, terpajang karya-karya lukisan cat air dan cat minyak dari koleksi Srihadi. Dua ruang pameran lainnya serta fasilitas multimedia berada di lantai bawah, yaitu dasar atau ground, serta bagian bawah tanah (basement). Sementara lantai paling atas digunakan sebagai kafe dan area bersantai yang dikelilingi pemandangan sekitar.

Luas area bangunan menurut Ferdi sekitar 300 meter persegi, sedangkan total luas gedung berkisar antara 1.000 hingga 1.200 meter. Tinggi ruangan bervariasi, dengan yang paling tinggi adalah Ruang Pameran II di lantai dasar yang mencapai enam meter, sehingga terlihat sangat luas. "Pembuatan (museum) ini sulit karena tidak ada tiang agar tidak mengganggu pengunjung saat melihat karya seni," ujar Ferdi. Tidak adanya tiang atau pilar diterapkan di seluruh ruangan, sehingga langit-langit atau atap didukung oleh dinding dan sekat tembok yang tebal.

Di Ruang Pameran II terdapat karya-karya lukisan minyak Srihadi berukuran besar. Misalnya, yang berjudul Bedoyo Ketawang – The Dignity of Love and Devotion menggambarkan sembilan penari perempuan berpakaian merah dengan selendang putih dengan ukuran 2 x 3,5 meter yang dibuat pada tahun 2011. Selanjutnya, karya The Long Journey – Unity Between Man and God is Complete yang dibuat Srihadi pada tahun 1993 dalam lima panel dengan panjang total 10 meter dan lebar 2 meter.

Alasan Didirikan Museum

Museum yang ditujukan untuk menghormati perjuangan seniman tersebut awalnya diusulkan sebagai galeri.Srihadi Soedarsono Pelukis yang lahir di Solo pada 4 Desember 1931 tersebut meninggal di usia 90 tahun di rumahnya yang terletak di belakang museum pada 26 Februari 2022. Istrinya, yang juga seorang pelukis bernama Siti Farida, mengikuti kepergiannya pada 6 Maret 2023 di Jakarta. Sebelum wafat, Srihadi sempat mengetahui rencana pembangunan museum pribadinya.

Konsep desain arsitektur Ferdi selain modern dan minimalis sesuai dengan tema lukisan Srihadi serta bentuk formal seperti kotak dan garis. "Mungkin itu yangAndra Matin ambil dari karya Pak Srihadi, sangat sederhana," katanya. Ciri khas gaya arsitekturnya terlihat pada jalur kemiringan yang permukaannya datar namun dibuat miring, menampilkan beton secara terbuka, serta penerangan menggunakan lampu LED.

Museum Dibuat untuk Suasana Meditasi

Berdasarkan informasi yang tercantum di halaman museum, filosofi desain Andra Matin adalah "lebih sedikit lebih baik", yang tampak dalam garis-garis sederhana, pencahayaan alami, serta pengaturan ruang yang cerdas. Desainnya menghasilkan suasana yang cocok untuk merenung dan merasakan karya-karya lukisan Srihadi.

Bangunan museum dianggap sebagai kanvas, dengan permukaan beton yang tenang dan bukaan strategis yang mengelilingi baik karya seni maupun pemandangan alam di sekitarnya. Hal ini bertujuan untuk mencerminkan keseimbangan antara bentuk dan spiritualitas Srihadi. Pendekatan arsitektural ini tidak hanya menghargai warisan Srihadi, tetapi juga membangun dialog antara seni, ruang, dan pengalaman para pengunjung.

Sekolah Pramugari Terbaik Akreditasi A hub Kak Awan 087838815050 untuk mendaftar sekolah pramugari PSPP Penerbangan

, Jakarta- Mantan bintang film dan penyanyi anak-anak,Santi Sardi menghembuskan napas terakhir pada Jumat, 8 Agustus 2025 di Rumah Sakit Kramat 128, Jakarta Pusat, dengan usia 56 tahun. Putri dari maestro biola legendaris Indonesia,Idris Sardi dan saudara laki-laki aktor Lukman Sardi ini dikenal telah lama berjuang melawan kanker.

Berita duka ini pertama kali diungkapkan oleh pengamat musik, Stanley melalui unggahan di akun Instagramnya. "Telah meninggal dunia Nourista Santi putri Idris Sardi pada hari ini Jumat tanggal 8 Agustus 2025 pukul 15.10 di RS Kramat 128. Mohon dimaafkan segala kesalahan yang telah terjadi," tulis Stanley dalam keterangan foto Santi.

Kalimat Perpisahan Lukman Sardi kepada Santi Sardi Ucapan Perpisahan Lukman Sardi untuk Santi Sardi Pesan Perpisahan Lukman Sardi bagi Santi Sardi Kata-Kata Perpisahan Lukman Sardi kepada Santi Sardi Ucapan Selamat Tinggal Lukman Sardi untuk Santi Sardi Pernyataan Perpisahan Lukman Sardi terhadap Santi Sardi Kutipan Perpisahan Lukman Sardi bagi Santi Sardi Pesan Akhir Lukman Sardi untuk Santi Sardi Ucapan Perpisahan Lukman Sardi yang Dikirimkan ke Santi Sardi Kata-Kata Akhir Lukman Sardi untuk Santi Sardi

Lukman Sardimengunggah gambar-gambarnya bersama saudara kandungnya dengan tulisan yang mengharukan. "Halo Mbak...Tugas Mbak Santi telah selesai di dunia ini...meskipun rasa kehilangan sangat besar tapi yang terpenting Mbak Santi kini tidak lagi merasakan sakit...Kita semua akan merindukan Mbak Santi...Sekarang Mbak Santi sudah tenang dalam kedamaian abadi. Istirahatlah dengan penuh kasih Mbak, dan peluk erat untuk ayah ya...Cinta kamu banyak Mbak," tulis Lukman.

Di Story Instagramnya, Lukman membagikan foto kamar perawatan dengan nomor yang disembunyikan.Semangat Mbak, tulisnya dilengkapi dengan emoji cinta dan tangan yang diangkat.

Lukman juga membagikan kembali pernyataan mengenai kematian saudaranya yang lebih tepat. Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa Santi meninggal pada pukul 15.21. Informasi ini juga menjelaskan bahwa jenazah Santi akan diarak ke rumah duka di Jalan Mandor Ety No. 29, Beji, Tanah Baru, Depok. Rencananya, jenazah Santi akan dikuburkan pada hari Sabtu pagi, 9 Agustus 2025 di TPU Menteng Pulo Blad AAI.

Adik tiri Santi, penyanyi Shelomita mengungkapkan rasa sedihnya melalui Instagram Story. Ia membagikan foto jenazah Santi yang berada di dalam peti mati yang dibawa oleh ambulans menuju rumah duka. "Aku sangat mencintaimu Mbak...Mbakk Santi sudah tidak sakit lagi, dan bisa bertemu dengan Papa di surga.," tulisnya.

Kenangan Bella Saphira, Teman Santi Sardi

Kesedihan juga dirasakan aktris, Bella Saphira teman Santi. Bella memposting di Instagram Story-nya ketika mereka sering menghabiskan waktu bersama.Santi Sardi adalah teman dekatku sejak kecil, kami pernah berlatih vokal bersama almarhum ayahku yang tercinta, maestro biola Indonesia, Bp. Idris Sardi.," tulis Bella.

Ia mengunggah kembali unggahannya pada 24 Oktober 2024 saat berkumpul dan ketika mengunjungi Santi di rumah sakit pada 15 April 2025.Santi yang dikasihi....tenanglah di surga Allah, kau sudah tidak lagi merasakan sakit lagi," tulisnya.

Bella mengingat Santi Sardi yang selalu penuh harapan meskipun berjuang melawan penyakitnya. "Saya belum pernah melihat seseorang yang memiliki semangat dan antusiasme yang begitu menyala-nyala seperti Santi.," tulisnya. Mantan bintang iklan sabun itu menceritakan perjuangan temannya dalam melawan penyakit.Saat air mataku jatuh pada hari itu, aku harus membelakangi Santi karena air mata Santi telah lama mengering. Perjuanganmu, sahabatku, selama 6 tahun. Allah mengangkat dan menghilangkan pada hari ini.," tulis Bella menambahkan.

Profil Singkat Santi Sardi

Dikutip dari Wikipedia, Santi Sardi lahir pada 3 Juni 1969. Ia pernah menjadi penyanyi dan aktris cilik yang seangkatan dengan Chicha Koeswoyo dan Yoan Tanamal. Ia dikenal melalui lagu karya Titiek Puspa, "Menabung." Santi Sardi memulai debutnya di layar lebar dengan berperan sebagai dirinya sendiri dalam filmMelawan Badai pada tahun 1974. Ia terakhir tampil dalam film pada tahun 1980 melalui filmSenyum untuk Mama.

Sekolah Pramugari Terbaik Akreditasi A hub Kak Awan 087838815050 untuk mendaftar sekolah pramugari PSPP Penerbangan

STUDIO Musik Resonanz (TRMS) dan Jakarta Concert Orchestra (JCO) mengadakan konser tahunan Simfoni untuk Bangsabertema "8 Dekade Musik Indonesia" pada Sabtu, 2 Agustus 2025 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pertunjukan ini menyajikan lagu-lagu terpilih yang menggambarkan delapan dekade perkembangan musik tanah air.

Pertunjukan tahun ini merupakan edisi ke-16 sejak pertama kali diadakan pada 2010. Konser kali ini juga dimeriahkan oleh Batavia Madrigal Singers (BMS), The Resonanz Children's Choir (TRCC), Armonia Choir serta penampilan solo dari Ingrid Patricia, Farman Purnama, dan Isyana Sarasvati yang dipimpin oleh konduktor Maestro.Avip Priatna.

Dibuka dengan Lagu Perjuangan

Konser ini menampilkan pilihan lagu-lagu yang sangat dikenal oleh masyarakat, mencerminkan perjalanan Indonesia dalam merayakan 80 tahun kemerdekaannya. Mereka membagi lagu-lagu atau komposisi berdasarkan dekade yang berbeda. Medley lagu-lagu perjuangan menjadi penanda dekade pertama (1945-1955) yang dibawakan dengan penuh semangat oleh The Resonanz Children’s Choir melalui "Berkibarlah Benderaku" dan "Indonesia Pusaka", yang membangkitkan antusiasme para penonton dengan semangat nasionalisme, membuka jalannya konser tersebut.

Maria Sita, Yemima Madeleine, dan Sherina D. Saragih tampil membawakan lagu "Tiga Dara" dalam konser Simfoni untuk Bangsa dengan tema "8 Dekade Musik Indonesia" di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu, 2 Agustus 2025. Dok. Jakarta Concert Orchestra

Setelah itu dilanjutkan dengan lagu-lagu dari dekade kedua (1955-1965), ketika Indonesia mulai berkembang dan musik ikut berubah, memberikan warna dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Lagu lama "Tiga Dara" yang ceria dan lengkap dinyanyikan oleh Maria Sita, Yemima Madeleine, dan Sherina D. Saragih. Lagu ini mengingatkan semangat ketika layar lebar dan radio mulai hadir di tengah masyarakat. Melengkapi dekade ini adalah lagu ciptaan Gesang, "Bengawan Solo" yang dinyanyikan oleh Farman Purnama. Lagu lawas lainnya seperti "Nurlela" dibawakan oleh Trio Wandilat, Abraham, dan Dewabhatara dengan iringan orkestra yang memperindah panggung.

Tampilnya penyanyi bersuara emas Isyana Sarasvatimenyanyikan lagu "Tuhan" bersama BMS dengan penuh kebijaksanaan, merenung, dan mengagumkan. Lagu ini mendampingi para hadirin memasuki dekade ketiga (1965-1974).

Tidak ketinggalan, Armonia Choir mengiringi dekade ini dengan lagu ciptaan Yok Koeswoyo, "Kolam Susu" yang diatur secara kreatif dan segar. Semangat suasana serta ruang dengar para hadirin kembali terasa dengan lagu Terajana yang dibawakan dengan iringan orkestra yang diaransemen dalam nuansa dangdut oleh vokalis pria BMS.

Lagu Romantis hingga Karya Titiek Puspa

Lagu-lagu romantis muncul dalam sesi dekade keempat (1975-1985) dengan lagu yang terkenal dari film "Galih dan Ratna". Lagu ini dinyanyikan oleh sepasang penyanyi muda, Giri Rizki Riyadi dan Aurel Hutajulu. TRCC, yang tahun lalu menjadi juara dalam Tolosa International Choral Contest 2024 (Edisi ke-55) dan tahun ini berhak mengikuti 34th European Grand Prix for Choral Singing 2025.

Paduan suara anak-anak kembali tampil penuh semangat dengan menyanyikan rangkaian lagu ciptaan Titiek Puspa (“Menabung”, “Marilah Kemari”, “Apanya Dong”). Masa romansa mengajak penonton merenung kembali lagu “Badai Pasti Berlalu” yang dinyanyikan oleh Reinata Priskila dan BMS.

Setelah jeda, lagu yang diperkenalkan oleh Anggun C. Sasmi "Tua-tua Keladi" tampil di panggung mewakili dekade kelima (1985-1995). Pada masa itu, genre pop, rock, dan balada cukup mengisi ruang pendengaran masyarakat. Lagu "Kumpul Bocah" yang dinyanyikan oleh Vina Panduwinata serta "Selamat Datang Cinta" yang dibawakan oleh Alin Pontoh, Alexandra Januarvian, dan BMS.

Pentas Simfoni untuk Bangsa dengan tema "8 Dekade Musik Indonesia" digelar di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Sabtu, 2 Agustus 2025. Dok. Jakarta Concert Orchestra

Dasawarsa keenam (1995-2005) ditandai oleh lagu-lagu yang lahir dari ruang kumpulan dan independen. Lagu-lagu dari masa ini masih melekat hingga saat ini seperti “Cerita Cinta”, “Cantik”, “Setahun Kemarin”, dan “Bahasa Kalbu” yang dinyanyikan BMS. Sementara lagu “Sephia” karya Sheila on 7 dinyanyikan olehJakarta Concert Orchestradan mengajak penonton untuk menyanyikan lagu bersama. Sesi ini diakhiri dengan lagu "Ada Apa dengan Cinta" yang terkenal dari film berjudul sama.

Dekade ketujuh (2005–2015) dalam pilihan Avip, dianggap sebagai tanda awal munculnya era digital. Musik menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari seperti “Kasih Putih” yang dinyanyikan dengan penuh perasaan oleh trio Nobel, Mitchell dan Ery. Kehidupan lagu “Indovers” dapat disajikan dengan baik oleh Sere, Rinaldy, Adrian, Bayu dan Edward, serta “Laskar Pelangi” dinyanyikan secara indah oleh JCO.

Bebas Berekspresi

Memasuki dekade terakhir (2015–2025), genre tidak lagi menjadi batasan. Para musisi bereksplorasi secara bebas dan menyampaikan perasaan serta pengalaman mereka. Seperti lagu “Rungkad” (Armonia Choir), “Lathi” (Quinsha Hutasoit dan BMS), “Manusia Kuat” (Farman Purnama), serta kejutan “Selalu Ada di Nadimu” yang memperkenalkan film Jumbo yang mendapatkan lebih dari 10 juta penonton, membawa penonton pada semangat era saat ini.

Isyana Sarasvati tampil dengan lagu "Lexicon" dalam konser Simfoni untuk Bangsa yang bertema "8 Dekade Musik Indonesia" di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu, 2 Agustus 2025. Dok. Jakarta Concert Orchestra

Isyana Sarasvati menutup konser ini dengan lagu “Lexicon” yang dinyanyikannya dengan penuh jiwa dan suara tingginya. Penonton mendapatkan tambahan istimewa berupa encore dari tampilan Isyana bersama Farman dengan lagu “Berharap Tak Berpisah”.

Pilihan lagu yang disajikan setidaknya mencerminkan zamannya dalam perkembangan musik Tanah Air. "Melalui konser ini, kami ingin menghidupkan kembali semangat masa masing-masing dekade melalui musik. Pemilihan lagu didasarkan pada kemampuannya mewakili setiap era," kata Avip dalam sesi jumpa pers sebelum konser dimulai.

Avip Priatna dan Karen Laurencia dalam sesi jumpa pers konser Simfoni untuk Bangsa dengan tema "8 Dekade Musik Indonesia". Dok. Jakarta Concert Orchestra

Ia menegaskan bahwa meskipun perubahan dari satu dekade ke dekade tidak selalu signifikan, terdapat nuansa khas yang menciptakan ciri khas musik pada masa tertentu. "Ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga upaya untuk memotivasi perkembangan musik Indonesia di dekade berikutnya," katanya.

Karen Laurencia dari Batavia Madrigal Singers menjelaskan bahwa persiapan dimulai sejak awal tahun, termasuk dalam diskusi panjang mengenai pemilihan lagu. Menurutnya, satu dekade bisa memiliki 10 lagu penting, tetapi hanya beberapa yang dapat dinyanyikan. "Kami memilih lagu-lagu yang mewakili suasana dan semangat setiap masa," katanya. Ia menambahkan bahwa para penyanyi dan musisi juga diberi kebebasan dalam aransemen untuk menyampaikan interpretasi baru tanpa menghilangkan jiwa lagu aslinya.

DIAN YULIASTUTI